Diangkat Jadi Menteri, Mantan Sekutu Suu Kyi Bantah Berkhianat
Sabtu, 06 Februari 2021 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Dewan Keamanan PBB Serukan Pembebasan Aung Sang Suu Kyi
Di Myanmar, kudeta tersebut telah memicu kemarahan yang meluas dan Thet Thet Khine (53) telah dicap sebagai pengkhianat dalam semburan kritik online yang menyebabkan seruan untuk memboikot perusahaan perhiasannya.
Dia tidak berkomentar ketika ditanya tentang bekerja untuk para jenderal.
Thet Thet Khine berpisah dengan NLD pada Oktober 2019 dan memulai partainya sendiri, Partai Perintis Rakyat, yang gagal memenangkan satu kursi pun dalam pemilu November lalu yang dimenangkan oleh NLD secara telak. Bahkan di daerah pemilihannya, dia hanya memenangkan 7% suara.
Militer mengatakan mereka melakukan intervensi setelah apa yang dikatakannya sebagai pemilihan yang curang. Badan pemilu Myanmar dan NLD menolak tuduhan itu.
Thet Thet Khine mengatakan militer, yang secara luas dikenal sebagai Tatmadaw, mengatur negara sampai pemilihan yang adil dapat diadakan dan akan melanjutkan kebijakan pemerintah sebelumnya.
Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
“Militer melakukan tindakan demokratis dan pemerintah sipil yang menamakan dirinya pemerintah demokratis melakukan hal-hal yang tidak demokratis,” ujarnya.
Di Myanmar, kudeta tersebut telah memicu kemarahan yang meluas dan Thet Thet Khine (53) telah dicap sebagai pengkhianat dalam semburan kritik online yang menyebabkan seruan untuk memboikot perusahaan perhiasannya.
Dia tidak berkomentar ketika ditanya tentang bekerja untuk para jenderal.
Thet Thet Khine berpisah dengan NLD pada Oktober 2019 dan memulai partainya sendiri, Partai Perintis Rakyat, yang gagal memenangkan satu kursi pun dalam pemilu November lalu yang dimenangkan oleh NLD secara telak. Bahkan di daerah pemilihannya, dia hanya memenangkan 7% suara.
Militer mengatakan mereka melakukan intervensi setelah apa yang dikatakannya sebagai pemilihan yang curang. Badan pemilu Myanmar dan NLD menolak tuduhan itu.
Thet Thet Khine mengatakan militer, yang secara luas dikenal sebagai Tatmadaw, mengatur negara sampai pemilihan yang adil dapat diadakan dan akan melanjutkan kebijakan pemerintah sebelumnya.
Baca juga: Sekjen PBB Galang Tekanan Global, Pastikan Kudeta Myanmar Gagal
“Militer melakukan tindakan demokratis dan pemerintah sipil yang menamakan dirinya pemerintah demokratis melakukan hal-hal yang tidak demokratis,” ujarnya.
Lihat Juga :