Para Guru Myanmar Ikut Protes: Kami Tak Ingin Kudeta Militer
Jum'at, 05 Februari 2021 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Penentangan di antara kelompok profesional seperti dokter dan guru muncul karena ada protes yang kurang formal lainnya termasuk oleh orang-orang yang memukul kaleng dan panci.
Baca juga: Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar
Warga juga membunyikan klakson mobil untuk menandakan penentangan mereka terhadap kudeta.
Beberapa lusin pengunjuk rasa anti-kudeta juga berbaris pada Jumat (5/2) di kota tenggara Dawei, diikuti para pendukung dengan sepeda motor. Aksi itu terlihat dalam rekaman video.
“Kami menyatakan bahwa kami memulai perjuangan kami untuk demokrasi hari ini di Dawei. Kami mendesak orang-orang bergabung dan berdiri bersama kami,” papar pengunjuk rasa.
Militer secara langsung memerintah Myanmar yang juga dikenal sebagai Burma, selama hampir 50 tahun setelah kudeta 1962. Militer menumpas protes pro-demokrasi beberapa kali selama bertahun-tahun.
Baca juga: Mengapa Militer Rebut Kekuasan di Myanmar? Ini Pendapat Para Pakar
Warga juga membunyikan klakson mobil untuk menandakan penentangan mereka terhadap kudeta.
Beberapa lusin pengunjuk rasa anti-kudeta juga berbaris pada Jumat (5/2) di kota tenggara Dawei, diikuti para pendukung dengan sepeda motor. Aksi itu terlihat dalam rekaman video.
“Kami menyatakan bahwa kami memulai perjuangan kami untuk demokrasi hari ini di Dawei. Kami mendesak orang-orang bergabung dan berdiri bersama kami,” papar pengunjuk rasa.
Militer secara langsung memerintah Myanmar yang juga dikenal sebagai Burma, selama hampir 50 tahun setelah kudeta 1962. Militer menumpas protes pro-demokrasi beberapa kali selama bertahun-tahun.
(sya)
Lihat Juga :