Makin Berani, Iran Perkaya Uranium di Set Sentrifugal Kedua di Natanz
Rabu, 03 Februari 2021 - 09:02 WIB
loading...
Barisan sentrifugal di fasilitas nuklir Iran. Foto/china daily
A
A
A
TEHERAN - Iran kembali meningkatkan pengayaan uranium di fasilitas nuklir bawah tanah Natanz. Perkembangan itu diungkapkan inspektur pengawas atom PBB, Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Teheran sesumbar sekarang memiliki dua set sentrifugal canggih yang beroperasi di lokasi itu. Artinya, Iran hampir melipatgandakan kemampuannya untuk menghasilkan bahan fisil.
“Berkat para ilmuwan nuklir kami yang rajin, dua kaskade sentrifugal 348 IR2m dengan kapasitas hampir empat kali lipat dari IR1 sekarang berjalan dengan sukses di Natanz,” ungkap Kazem Gharibabadi, utusan Iran untuk IAEA.
Baca juga: Israel: Iran dalam 6 Bulan Bisa Punya Bahan Baku Bom Nuklir
“Pemasangan dua kaskade sentrifugal IR6 juga telah dimulai di Fordow. Masih banyak lagi yang akan segera hadir," papar dia.
Baca juga: Iran Tes Roket Peluncur Satelit Baru, Uji Nyali Pemerintahan Biden
Peningkatan pengayaan uranium adalah pelanggaran terbesar sejauh ini dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), kesepakatan 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.
Teheran sesumbar sekarang memiliki dua set sentrifugal canggih yang beroperasi di lokasi itu. Artinya, Iran hampir melipatgandakan kemampuannya untuk menghasilkan bahan fisil.
“Berkat para ilmuwan nuklir kami yang rajin, dua kaskade sentrifugal 348 IR2m dengan kapasitas hampir empat kali lipat dari IR1 sekarang berjalan dengan sukses di Natanz,” ungkap Kazem Gharibabadi, utusan Iran untuk IAEA.
Baca juga: Israel: Iran dalam 6 Bulan Bisa Punya Bahan Baku Bom Nuklir
“Pemasangan dua kaskade sentrifugal IR6 juga telah dimulai di Fordow. Masih banyak lagi yang akan segera hadir," papar dia.
Baca juga: Iran Tes Roket Peluncur Satelit Baru, Uji Nyali Pemerintahan Biden
Peningkatan pengayaan uranium adalah pelanggaran terbesar sejauh ini dari Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), kesepakatan 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.
Lihat Juga :