Suu Kyi Dikudeta dan Ditahan, Pengungsi Muslim Rohingya Bersukacita

Selasa, 02 Februari 2021 - 17:58 WIB
loading...
Suu Kyi Dikudeta dan...
Komunitas etnis Rohingya di kamp-kamp pengungsi di Bangladesh. Foto/REUTERS
A A A
DHAKA - Komunitas Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh bersukacita atas kudeta dan penahanan Aung San Suu Kyi oleh militer. Mereka sudah tiga tahun ini tinggal di kamp-kamp pengungsi.

Sekitar 740.000 warga Rohingya melakukan perjalanan dari negara bagian Rakhine, Myanmar, ke Bangladesh setelah operasi militer pada Agustus 2017 yang menurut PBB dapat dikategorikan sebagai genosida.

Baca juga: Diduga Terjadi Kudeta Militer, Suu Kyi dan Presiden Myanmar Ditangkap

Suu Kyi adalah pemimpin de facto negara pada saat itu dan pada 2019 membela militer Myanmar di Mahkamah Kriminal Internasional (ICJ) yang mendengarkan kekejaman terhadap Rohingya, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan.

Berita penangkapan dan penahanan Suu Kyi menyebar dengan cepat di kamp pengungsian yang padat di Bangladesh tempat tinggal sekitar 1 juta pengungsi Rohingya sekarang.

"Dia adalah alasan di balik semua penderitaan kami. Mengapa kita tidak merayakannya?," kata pemimpin komunitas Rohingya, Farid Ullah, kepada AFP dari Kutupalong—pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Mohammad Yusuf, seorang pemimpin di kamp tetangga Balukhali, mengatakan: "Dia adalah harapan terakhir kami, tetapi dia mengabaikan penderitaan kami dan mendukung genosida terhadap Rohingya."

"Beberapa orang Rohingya mengadakan doa khusus untuk menyambut 'keadilan' yang diberikan kepada pemenang Hadiah Nobel Perdamaian," kata Mirza Ghalib, seorang pengungsi di kamp Nayapara.

"Jika otoritas kamp mengizinkannya, Anda akan melihat ribuan Rohingya keluar dalam pawai perayaan," katanya kepada AFP,yang dilansir Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Jenderal Min Aung Hlaing: Membantai Rohingya, Mengkudeta Aung San Suu Kyi

Maung Kyaw Min, juru bicara Serikat Mahasiswa Rohingya yang berpengaruh, mengatakan sekarang ada peningkatan harapan bahwa Rohingya dapat kembali ke desa mereka di Myanmar.

“Tidak seperti pemerintah terpilih, (pemerintah) militer ini akan membutuhkan dukungan internasional untuk bertahan. Jadi kami berharap mereka fokus pada isu Rohingya untuk mengurangi tekanan internasional," ujarnya.

Pihak berwenang Bangladesh mengatakan mereka memantau perbatasan sepanjang 270 km jika ada gelombang baru pengungsi Rohingya.

Dhaka mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar proses demokrasi ditegakkan di Myanmar.

Bangladesh dan Myanmar telah membuat kesepakatan tentang pemulangan pengungsi, namun tidak ada yang kembali.

Bangladesh meminta Myanmar untuk meningkatkan proses repatriasi dengan sungguh-sungguh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved