Wabah Covid-19 Hantam Rusia, Putin Dicap 'Serigala Tua yang Sakit'
Sabtu, 16 Mei 2020 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Pertama, Rusia mencatat korban tewas tertinggi dari Covid-19 dalam satu hari. Kemudian juru bicara Putin, Dmitry Peskov, mengikuti jejak Perdana Menteri Mikhail Mishustin sebagai pejabat senior pemerintah yang positif terinfeksi virus corona baru.
"Putin telah kehilangan kontak dengan kenyataan," kata Tatiana Stanovaya, pendiri proyek analisis politik "R.Politik". "Sepertinya dia tidak mengerti di negara mana dia berada."
Aksinya yang memasuki rumah sakit virus corona utama Moskow pada akhir Maret dengan mengenakan jas dan respirator hazmat kuning, telah membuat citranya sebagai pemimpin kuat mulai memudar. Dia telah tampil di stasiun televisi negara setiap minggu dalam konferensi video dengan kabinet dan pejabat regional, tetapi terlihat bosan, membungkuk di kursinya dan bermain dengan pena daripada memperhatikan.
Terisolasi oleh orang-orang yang memberinya kabar baik untuk menghindari kemarahannya dan kurang minat untuk menggali rincian setelah dua dekade berkuasa, Stanovaya mengatakan, Putin tampaknya tidak memahami kompleksitas penuh wabah di Rusia.
“Dia telah berubah dari politisi menjadi misionaris, merasa bertanggung jawab pada sejarah, bukan (pada) rakyat,” katanya. "Permainan geopolitik menarik baginya; lockdown itu membosankan."
Ketika virus corona baru menyebar ke seluruh Rusia, Putin mengalihkan tanggung jawab dari dirinya sendiri ke otoritas yang lebih rendah, dengan menugasi Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin sebagai pemimpin gugus tugas virus corona nasional. Dia juga memerintahkan gubernur regional untuk membuat kebijakan dan keputusan terkait penanganan Covid-19 sendiri.
Ilmuwan politik Alexander Kynev percaya bahwa "desentralisasi" kekuasaan Putin telah menghabiskan dua dekade di bawah cengkeramannya adalah taktik untuk menghindari pukulan balik negatif.
"Putin telah kehilangan kontak dengan kenyataan," kata Tatiana Stanovaya, pendiri proyek analisis politik "R.Politik". "Sepertinya dia tidak mengerti di negara mana dia berada."
Aksinya yang memasuki rumah sakit virus corona utama Moskow pada akhir Maret dengan mengenakan jas dan respirator hazmat kuning, telah membuat citranya sebagai pemimpin kuat mulai memudar. Dia telah tampil di stasiun televisi negara setiap minggu dalam konferensi video dengan kabinet dan pejabat regional, tetapi terlihat bosan, membungkuk di kursinya dan bermain dengan pena daripada memperhatikan.
Terisolasi oleh orang-orang yang memberinya kabar baik untuk menghindari kemarahannya dan kurang minat untuk menggali rincian setelah dua dekade berkuasa, Stanovaya mengatakan, Putin tampaknya tidak memahami kompleksitas penuh wabah di Rusia.
“Dia telah berubah dari politisi menjadi misionaris, merasa bertanggung jawab pada sejarah, bukan (pada) rakyat,” katanya. "Permainan geopolitik menarik baginya; lockdown itu membosankan."
Ketika virus corona baru menyebar ke seluruh Rusia, Putin mengalihkan tanggung jawab dari dirinya sendiri ke otoritas yang lebih rendah, dengan menugasi Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin sebagai pemimpin gugus tugas virus corona nasional. Dia juga memerintahkan gubernur regional untuk membuat kebijakan dan keputusan terkait penanganan Covid-19 sendiri.
Ilmuwan politik Alexander Kynev percaya bahwa "desentralisasi" kekuasaan Putin telah menghabiskan dua dekade di bawah cengkeramannya adalah taktik untuk menghindari pukulan balik negatif.
Lihat Juga :