Via Surat, Kelompok Anti Korupsi Rusia Minta Biden Sanksi Kolega Putin

Minggu, 31 Januari 2021 - 08:27 WIB
loading...
Via Surat, Kelompok...
Kelompok anti korupsi Rusia pimpinan tokoh oposisi Alexei Navalny menyerukan Presiden AS Joe Biden jatuhkan sanksi kepada kolega Presiden Vladimir Putin. Foto/sg.news.yahoo.com
A A A
MOSKOW - Kelompok anti korupsi Rusia pimpinan tokoh oposisi Alexei Navalny menyerukan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk menjatuhkan sanksi kepada puluhan kolega Presiden Vladimir Putin . Mereka diduga telah melakukan penganiayaan politik, pelanggaran hak asasi manusia, dan korupsi.

Vladimir Ashkurov, yang memimpin organisasi nirlaba Rusia yang didirikan oleh Navalny, mengatakan kepada wartawan bahwa ia mengirim surat melalui email kepada pejabat penting pemerintahan Biden termasuk Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Menteri Luar Negeri Tony Blinken dan Menteri Keuangan Janet Yellen.

Seruan sanksi datang setelah puluhan ribu demonstran berpartisipasi dalam aksi protes nasional akhir pekan lalu setelah Navalny ditangkap sesaat dia kembali ke Rusia dari Jerman.



Navalny menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan diri di Berlin setelah dia diracuni oleh racun saraf. Pemimpin oposisi itu menyalahkan pemerintahan Presiden Vladimir Putin atas peracunannya.

"Selama bertahun-tahun, Alexei Navalny telah mengadvokasi sanksi terhadap individu yang memainkan peran kunci dalam membantu dan bersekongkol dengan Putin dan yang memimpin penganiayaan terhadap mereka yang berusaha untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas dan mengekspos korupsi dalam sistem," bunyi surat itu.

"Sanksi yang ada tidak menjangkau cukup banyak orang yang tepat. Barat harus memberikan sanksi kepada para pembuat keputusan yang telah membuat kebijakan nasional untuk mencurangi pemilihan, mencuri dari anggaran, dan meracuni," sambung surat itu seperti dikutip dari CNBC, Minggu (31/1/2021).

Baca juga: Jelang Demo Rusia, Adik dan Ajudan Navalny Jadi Tahanan Rumah

Surat itu mencakup daftar 35 rekan Putin termasuk pengusaha miliarder Roman Abramovich, Alisher Usmanov, Oleg Deripaska dan Gennady Timchenko serta sejumlah menteri pemerintah.

Inggris dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada beberapa orang Rusia sebagai respons atas peracunan Navalny tahun lalu. AS belum melakukan hal yang sama, meskipun anggota Kongres telah meminta mantan Presiden Donald Trump untuk melakukannya.

Biden meminta Putin untuk membebaskan Navalny melalui panggilan telepon pribadi dengan presiden Rusia itu. Gedung Putih juga telah memerintahkan komunitas intelijen AS untuk meninjau dugaan keterlibatan Kremlin dalam kasus peracunan Navalny.

"Dia tidak menahan diri untuk menyampaikan keprihatinannya tentang perlakuan terhadap Alexei Navalny dan perlakuannya terhadap pengunjuk rasa," kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan pada 28 Januari lalu.

Baca juga: Gedung Putih: Biden Telepon Putin, Minta Rusia Bebaskan Navalny

Dalam pidatonya yang tidak terduga pada pertemuan virtual Forum Ekonomi Dunia 27 Januari lalu, presiden Rusia memperingatkan tentang pertarungan "semua melawan semua" jika ketegangan global dan pandemi virus Corona tidak diselesaikan.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Intelijen AS Minta ISIS...
Intelijen AS Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved