Militer Myanmar Ancam Lakukan Kudeta, PBB dan Barat Prihatin
Jum'at, 29 Januari 2021 - 16:47 WIB
loading...
A
A
A
“Semua sengketa pemilu harus diselesaikan melalui mekanisme hukum yang ditetapkan,” tambahnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/1/2021).
Dalam pernyataan terpisah, negara-negara Barat mengatakan mereka menantikan "pertemuan damai" parlemen pada hari Senin.
"Kami mendesak militer, dan semua partai lain di negara itu untuk mematuhi norma-norma demokrasi, dan kami menentang segala upaya untuk mengubah hasil pemilu atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar," bunyi pernyataan yang antara lain ditandatangani oleh kedutaan besar Australia, Inggris, Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Baca juga: Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa
Panglima Militer Myanmar melontarkan retorika kudeta terhadap pemerintah berkuasa, yakni kubu Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. Retorika itu muncul di tengah krisis politik terkait dugaan kecurangan Pemilu.
Dalam pernyataan terpisah, negara-negara Barat mengatakan mereka menantikan "pertemuan damai" parlemen pada hari Senin.
"Kami mendesak militer, dan semua partai lain di negara itu untuk mematuhi norma-norma demokrasi, dan kami menentang segala upaya untuk mengubah hasil pemilu atau menghalangi transisi demokrasi Myanmar," bunyi pernyataan yang antara lain ditandatangani oleh kedutaan besar Australia, Inggris, Kanada, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Baca juga: Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa
Panglima Militer Myanmar melontarkan retorika kudeta terhadap pemerintah berkuasa, yakni kubu Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi. Retorika itu muncul di tengah krisis politik terkait dugaan kecurangan Pemilu.
Lihat Juga :