Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa

loading...
Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa
Tentara Arakan. Foto/YouTube/Asia Free Radio
A+ A-
RAKHINE - Pemberontak dari Myanmar barat mengklaim bertanggung jawab atas penculikan pekan lalu pada tiga kandidat partai berkuasa di Rakhine.

Mereka menuntut pembebasan para demonstran mahasiswa yang ditahan untuk pertukaran sandera yang diculik. Partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyatakan tiga orang, terdiri atas dua wanita dan satu pria diculik pada Rabu saat kampanye di Rakhine sebelum pemilu 8 November.

Wilayah barat itu mengalami peningkatan aksi pemberontakan tahun ini. Kawasan itu sebagian besar kursi parlemen dikuasai oleh partai nasionalis Rakhine yang menjadi lawan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Tentara Arakan (AA), kelompok pemberontak yang memerangi pasukan pemerintah di sana, mengatakan dalam pernyataan yang diposting online bahwa, “Tiga kandidat akan ditahan dan diselidiki sesuai dengan keadaan sampai waktu tertentu."



Mereka menuduh NLD terlibat dengan "kekejaman" militer terhadap warga sipil, tetapi mengatakan bersedia membebaskan para kandidat itu sebagai imbalan atas pembebasan mahasiswa yang ditangkap saat memprotes perang dan "orang tak bersalah" lainnya yang ditahan oleh pihak berwenang.

“Jika mereka mengajukan tuntutan dengan cara ini, akan sulit bagi kami untuk memenuhinya,” kata Myo Nyunt, anggota komite eksekutif pusat NLD, kepada Reuters melalui telepon. (Baca Juga: Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November)

Komite pemilu negara itu mengatakan pada Sabtu lalu, lebih dari setengah tempat pemungutan suara (TPS) yang awalnya direncanakan di Rakhine tidak akan beroperasi lagi. Alasannya, sejumlah wilayah di negara bagian itu terlalu tidak stabil untuk pemungutan suara. (Lihat Infografis: Arab Saudi Dinilai Sukses Menjinakkan Pandemi Covid-19)



AA, yang merekrut dari mayoritas etnis Buddha di Rakhine, mengupayakan otonomi yang lebih besar untuk wilayah tersebut dari pemerintah pusat. (Lihat Video: Diduga Depresi Sekolah Daring, Pelajar Nekat Bunuh Diri)

Puluhan ribu orang telah mengungsi sejak pertempuran dimulai pada awal 2019 dan puluhan orang tewas.

Serikat Mahasiswa Arakan mengatakan empat anggotanya telah ditahan pada Senin (19/10) setelah berbaris melalui ibu kota negara bagian Sittwe memegang spanduk yang mengkritik pemerintah dan militer.

Beberapa siswa lain telah ditangkap setelah protes serupa dalam beberapa pekan terakhir.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top