Pemberontak Myanmar Mengaku Culik Tiga Kandidat dari Partai Berkuasa

Selasa, 20 Oktober 2020 - 04:04 WIB
loading...
Pemberontak Myanmar...
Tentara Arakan. Foto/YouTube/Asia Free Radio
A A A
RAKHINE - Pemberontak dari Myanmar barat mengklaim bertanggung jawab atas penculikan pekan lalu pada tiga kandidat partai berkuasa di Rakhine .

Mereka menuntut pembebasan para demonstran mahasiswa yang ditahan untuk pertukaran sandera yang diculik. Partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) menyatakan tiga orang, terdiri atas dua wanita dan satu pria diculik pada Rabu saat kampanye di Rakhine sebelum pemilu 8 November.

Wilayah barat itu mengalami peningkatan aksi pemberontakan tahun ini. Kawasan itu sebagian besar kursi parlemen dikuasai oleh partai nasionalis Rakhine yang menjadi lawan Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi.

Tentara Arakan (AA), kelompok pemberontak yang memerangi pasukan pemerintah di sana, mengatakan dalam pernyataan yang diposting online bahwa, “Tiga kandidat akan ditahan dan diselidiki sesuai dengan keadaan sampai waktu tertentu."

Mereka menuduh NLD terlibat dengan "kekejaman" militer terhadap warga sipil, tetapi mengatakan bersedia membebaskan para kandidat itu sebagai imbalan atas pembebasan mahasiswa yang ditangkap saat memprotes perang dan "orang tak bersalah" lainnya yang ditahan oleh pihak berwenang.

“Jika mereka mengajukan tuntutan dengan cara ini, akan sulit bagi kami untuk memenuhinya,” kata Myo Nyunt, anggota komite eksekutif pusat NLD, kepada Reuters melalui telepon. (Baca Juga: Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November)

Komite pemilu negara itu mengatakan pada Sabtu lalu, lebih dari setengah tempat pemungutan suara (TPS) yang awalnya direncanakan di Rakhine tidak akan beroperasi lagi. Alasannya, sejumlah wilayah di negara bagian itu terlalu tidak stabil untuk pemungutan suara. (Lihat Infografis: Arab Saudi Dinilai Sukses Menjinakkan Pandemi Covid-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Skandal Umur Politisi...
Skandal Umur Politisi Mungil Ini Hebohkan Nigeria, Berusia 30 atau 16 Tahun?
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Viral Dua WNI Diduga...
Viral Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Polri Lakukan Koordinasi
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved