Militer Myanmar Ancam Lakukan Kudeta, PBB dan Barat Prihatin
Jum'at, 29 Januari 2021 - 16:47 WIB
loading...
Sekjen PBB Antonio Guterres. Foto/Al Jazeera
A
A
A
NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres mengatakan dia mengikuti dengan "keprihatinan besar" perkembangan di Myanmar , di mana ancaman militer dan ketakutan kudeta telah membayangi rencana pembukaan parlemen.
Meningkatnya ketegangan antara pemerintah sipil dan militer yang kuat di Myanmar telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kudeta setelah pemilihan umum yang menurut militer ada kecurangan.
Militer Myanmar mengatakan pihaknya berencana untuk "mengambil tindakan" jika keluhannya tentang pemilu tidak ditangani dan seorang juru bicara pekan ini menolak untuk mengesampingkan kemungkinan perebutan kekuasaan.
"Semua aktor berhenti dari segala bentuk hasutan atau provokasi, menunjukkan kepemimpinan, dan mematuhi norma-norma demokrasi serta menghormati hasil pemilihan umum 8 November," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
Meningkatnya ketegangan antara pemerintah sipil dan militer yang kuat di Myanmar telah menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kudeta setelah pemilihan umum yang menurut militer ada kecurangan.
Militer Myanmar mengatakan pihaknya berencana untuk "mengambil tindakan" jika keluhannya tentang pemilu tidak ditangani dan seorang juru bicara pekan ini menolak untuk mengesampingkan kemungkinan perebutan kekuasaan.
"Semua aktor berhenti dari segala bentuk hasutan atau provokasi, menunjukkan kepemimpinan, dan mematuhi norma-norma demokrasi serta menghormati hasil pemilihan umum 8 November," kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :