Panglima Militer Myanmar Lontarkan Retorika Kudeta terhadap Suu Kyi

Jum'at, 29 Januari 2021 - 07:46 WIB
loading...
A A A
Suu Kyi, yang menikah dengan seorang warga negara Inggris, mengabaikan aturan itu setelah kemenangan pemilu 2015 dengan menjadi penasihat negara—peran kepemimpinan de facto yang dibuat oleh pemerintahnya.

NLD juga kemudian mendorong perubahan pada konstitusi di masa jabatan pertama mereka, sebuah proses yang hanya menghasilkan sedikit kemajuan.

Analis politik Soe Myint Aung mengatakan tentara melihat "celah besar (dalam konstitusi) yang menyebabkan kerugiannya".

“Retorika kudeta bukan sekadar gertakan atau ancaman kosong,” katanya.

"Bahkan jika itu tidak mengatur pengambilalihan kekuasaan 'sepenuhnya', kemungkinan militer akan mengambil beberapa tindakan kecuali (komisi Pemilu) dan pemerintah memperbaiki keluhan terkait Pemilu," ujarnya.

Suu Kyi tidak memberikan komentar langsung tentang keluhan pemungutan suara yang disampaikan militer.

Terakhir kali negara itu dicabut konstitusinya adalah pada tahun 1962 dan 1988—keduanya ketika militer merebut kekuasaan dan memulihkan pemerintahan junta.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Ini Penyebab Dasar Laut...
Ini Penyebab Dasar Laut Filipina Terangkat 2 Meter akibat Gempa Dahsyat M7,8
Rekomendasi
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved