AS Setujui Semua Transaksi Terkait Houthi Yaman selama Sebulan

Selasa, 26 Januari 2021 - 15:58 WIB
loading...
A A A
"Ini pada dasarnya menghapus seluruh dampak penetapan sambil memberikan kesempatan kepada pemerintahan Biden membuat keputusan sendiri daripada terjebak dengan keputusan Mike Pompeo," ungkap Brian O'Toole, mantan pejabat Departemen Keuangan di era pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

Lihat video: Bocah Diculik Guru Privatnya di Bandung

Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memasukkan Houthi ke daftar hitam Selasa lalu, sehari sebelum Presiden Joe Biden menjabat.

Tindakan Pompeo itu mendapat peringatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai kelompok bantuan karena dapat mendorong Yaman mengalami krisis kelaparan skala besar.

Pemerintahan Trump mengecualikan kelompok bantuan, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Palang Merah, dan ekspor komoditas pertanian, obat-obatan, dan perangkat medis dari kebijakan itu.

Namun para pejabat PBB dan kelompok bantuan mengatakan pengecualian itu tidak cukup. Mereka menyerukan keputusan itu dicabut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Seruan Bunuh Trump Menggema...
Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Iran Kecam Trump karena...
Iran Kecam Trump karena Ancam Lenyapkan Semua Orang di Pemakaman Khamenei dengan Sekali Tembak
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
Rusia Klaim Kuasai Benteng...
Rusia Klaim Kuasai Benteng Pertahanan Terkuat Ukraina di Konstantinovka, Tewaskan 13.500 Tentara
Ngeri! Baku Tembak 2...
Ngeri! Baku Tembak 2 Kelompok Pemuda di Mal, 2 Orang Tewas
Rekomendasi
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
DPP PPP Menangkan 5...
DPP PPP Menangkan 5 Gugatan Sengketa Internal, PN Jakpus Perkuat Legalitas Kepengurusan Partai
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
Berita Terkini
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
5 Pemakaman Tokoh Dunia...
5 Pemakaman Tokoh Dunia dengan Biaya Fantastis, Ada yang Capai Rp14,4 Triliun
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved