Ini Kebijakan Biden Terkait Korut

Sabtu, 23 Januari 2021 - 05:52 WIB
loading...
A A A
"Melakukan hal itu akan bermanfaat juga bagi AS," sambung pernyataan tersebut.

Pada parade militer di Ibu Kota Pyongyang pekan lalu, Korut memamerkan sejumlah besar misil, termasuk rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam yang sebelumnya tidak diketahui oleh pengamat Barat. ICBM besar lainnya muncul dalam parade Oktober 2020. Namun, belum ada uji coba roket semacam itu yang dilakukan oleh Korut sejak mengadopsi pembekuan uji coba sepihak pada tahun 2017.

Baca juga: Korut Pamerkan Rudal Baru, Mampu Diluncurkan dari Kapal Selam

AS secara teknis tetap berperang dengan Korut, karena Perang Korea 1950-53 hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian permanen. Perang tersebut menewaskan sekitar tiga juta orang, sebagian besar dari mereka adalah warga Korea. Gencatan senjata membentuk zona demiliterisasi yang memisahkan Korea Utara dan Selatan, dan AS mempertahankan garnisun pasukannya di Selatan untuk mencegah kemungkinan invasi oleh Korut.

Pada tahun 2018, kedua Korea menandatangani deklarasi akhir perang sebagai bagian dari pemulihan hubungan bersejarah mereka sendiri. Tetapi langkah lebih lanjut menuju perdamaian berantakan di tengah keberatan AS, dan hubungan antara Seoul dan Pyongyang menjadi sangat dingin. Namun, akhir tahun lalu, Presiden Korsel Moon Jae-in, yang menandatangani kesepakatan 2018 dengan Kim Jong-un, menekan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan AS untuk membantu mengakhiri konflik selama 70 tahun itu dengan membuat pernyataan perang berakhir.

Baca juga: Korut Pamer Rudal Baru, Korsel Desak Perundingan Damai
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
PN Jaktim Tutup Area...
PN Jaktim Tutup Area Parkir Jelang Sidang Perdana Dokter Tifa Besok
Gratis! Kemnaker Buka...
Gratis! Kemnaker Buka Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi untuk Lulusan Magang Nasional
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved