Tentara Bayaran yang Didukung Rusia Gali Parit Raksasa di Libya

Jum'at, 22 Januari 2021 - 21:39 WIB
loading...
A A A
“Parit tersebut adalah alasan lain kami tidak melihat niat atau gerakan baik oleh pasukan Turki atau Rusia untuk mematuhi perjanjian yang ditengahi PBB,” ungkap pejabat intelijen AS.

“Kehadiran parit itu berpotensi menggagalkan proses perdamaian dan gencatan senjata yang sudah rapuh. Ini akan menjadi tahun yang sangat sulit ke depan," papar pejabat intelijen AS.

Pemantauan open source memetakan lebih dari 30 posisi pertahanan yang digali ke gurun dan lereng bukit yang membentang sekitar 70 kilometer.

Citra satelit dari Maxar menunjukkan parit yang membentang di sepanjang jalan utama dan benteng yang digali juga oleh tentara bayaran Wagner dan kontraktornya.

Gambar menunjukkan pertahanan di sekitar pangkalan udara Jufra dan juga lapangan udara Brak lebih jauh ke selatan, di mana pertahanan radar telah dipasang dan dibentengi.

Menteri Pertahanan GNA Salaheddin Al-Namroush menyatakan, "Saya tidak berpikir ada yang menggali parit hari ini dan membuat bala bantuan ini akan pergi dalam waktu dekat."

“Parit itu memang mengkhawatirkan dan pembicaraan tentang itu telah beredar di antara para diplomat selama beberapa pekan terakhir. Ini sedang berlangsung dan menunjukkan Moskow memperkuat kehadirannya di Libya," ungkap Claudia Gazzini, dari International Crisis Group.

Para analis mengatakan Kremlin ingin meningkatkan kehadiran dan pengaruh militernya di Mediterania, di sepanjang sisi selatan NATO, dengan bonus tambahan keterlibatan dan keuntungan dari industri minyak Libya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Diterima, Hakim Nyatakan Surat Dakwaan Batal Demi Hukum
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Berita Terkini
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved