Bom Bunuh Diri Kembar Guncang Baghdad, 28 Tewas dan 73 Luka
Kamis, 21 Januari 2021 - 23:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Pengadilan Irak Keluarkan Perintah Penangkapan untuk Donald Trump
Aksi bom bunuh diri ini menandai yang pertama dalam tiga tahun terakhir dengan target kawasan komersial Baghdad yang ramai. Serangan bom bunuh diri terjadi di daerah yang sama pada 2018 tak lama setelah Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi menyatakan kemenangan atas kelompok ISIS .
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Kamis, tetapi Irak telah menyaksikan serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS dan kelompok milisi dalam beberapa bulan terakhir.
Milisi secara rutin menargetkan simbol-simbol kehadiran Amerika Serikat (AS) di Irak dengan serangan roket dan mortir, terutama Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad. Laju serangan itu, bagaimanapun, telah menurun sejak gencatan senjata tidak resmi diumumkan oleh kelompok bersenjata yang didukung Iran pada bulan Oktober.
Baca juga: Milisi Pro-Iran Nyatakan Tidak Berencana Serang Kedubes AS di Baghdad
Pakar urusan keamanan Irak, Ahmed Al-Nuaimi percaya pemboman baru itu menjadi bukti bahwa sel teroris aktif telah berhasil menyusup ke ibu kota, di bawah hidung Komando Operasi Baghdad.
Nuaimi menambahkan bahwa serangan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa halaman baru kekerasan teroris, yang dapat mengarah pada dan menguntungkan retorika sektarian yang diadopsi oleh milisi dan partai, membantu mereka dalam pemilu mendatang.
Aksi bom bunuh diri ini menandai yang pertama dalam tiga tahun terakhir dengan target kawasan komersial Baghdad yang ramai. Serangan bom bunuh diri terjadi di daerah yang sama pada 2018 tak lama setelah Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi menyatakan kemenangan atas kelompok ISIS .
Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Kamis, tetapi Irak telah menyaksikan serangan yang dilakukan oleh kelompok ISIS dan kelompok milisi dalam beberapa bulan terakhir.
Milisi secara rutin menargetkan simbol-simbol kehadiran Amerika Serikat (AS) di Irak dengan serangan roket dan mortir, terutama Kedutaan Besar AS di Zona Hijau yang dijaga ketat di Baghdad. Laju serangan itu, bagaimanapun, telah menurun sejak gencatan senjata tidak resmi diumumkan oleh kelompok bersenjata yang didukung Iran pada bulan Oktober.
Baca juga: Milisi Pro-Iran Nyatakan Tidak Berencana Serang Kedubes AS di Baghdad
Pakar urusan keamanan Irak, Ahmed Al-Nuaimi percaya pemboman baru itu menjadi bukti bahwa sel teroris aktif telah berhasil menyusup ke ibu kota, di bawah hidung Komando Operasi Baghdad.
Nuaimi menambahkan bahwa serangan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa halaman baru kekerasan teroris, yang dapat mengarah pada dan menguntungkan retorika sektarian yang diadopsi oleh milisi dan partai, membantu mereka dalam pemilu mendatang.
Lihat Juga :