Intelijen AS Janji Rilis Laporan Khashoggi, Bisa Permalukan Pangeran Saudi

loading...
Intelijen AS Janji Rilis Laporan Khashoggi, Bisa Permalukan Pangeran Saudi
Para aktivis membawa poster bergambar jurnalis Jamal Khashoggi dengan diterangi lilin di Turki untuk menuntut keadilan atas pembunuhannya. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Direktur baru Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Avril Haines, berjanji akan merilis laporan tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan kritikus Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Keputusan tersebut bisa mempermalukan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dan merusak hubungan kedua negara.

Haines menjadi wanita pertama di Amerika yang menjabat Direktur Intelijen Nasional (DNI), posisi yang mengawasi badan-badan intelijen AS. Dia membuat janji itu pada sidang konfirmasi Senat pada hari Selasa lalu.

Baca juga: Putri Soleimani pada Trump yang Lengser: Anda Bunuh Saya, tapi Hidup Ketakutan

Kongres AS sejatinya pernah meminta DNI era Presiden Donald Trump untuk merilis laporan yang tidak diklasifikasikan kepada legislator tentang pembunuhan Khashoggi. Namun, pemerintahan Trump tidak menindaklanjutinya.



Khashoggi, seorang kritikus yang berubah menjadi orang dalam Saudi yang tinggal di AS, dibunuh dan dimutilasi oleh agen-agen Saudi di Konsulat Kerajaan di Istanbul pada 2018, yang menyebabkan protes global. Pejabat Saudi membantah Pangeran MBS memainkan peran apa pun, dengan mengatakan pembunuhan itu dilakukan oleh agen-agen nakal yang telah diadili.

Trump, saat menjabat presiden AS—mengutip kepentingan nasional seperti kesepakatan penjulan senjata—menyatakan dukungan untuk MBS, penguasa de facto Arab Saudi.

Tapi kasus itu menjadi titik tekanan yang terus-menerus di Kongres, dan Biden mengatakan dia akan memperlakukan Arab Saudi sebagai "paria."



Baca juga: Trump Tinggalkan Catatan untuk Biden di Gedung Putih lalu Hengkang, Apa Isinya?
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top