Dokter-dokter Wuhan Blakblakan Diperintahkan China Berbohong soal COVID-19
Rabu, 20 Januari 2021 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A
“Pertanyaannya harus ditanyakan—jika China tidak menyembunyikan apa pun di sini, mengapa mereka melakukan sejauh ini untuk menyembunyikan sesuatu?”
Itu terjadi ketika tim ahli WHO bersiap untuk memulai penyelidikannya terhadap asal-usul virus corona SARS-CoV-2.
Pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, percaya bahwa badan tersebut sebagian besar telah menyerahkan kendali penyelidikan ke China, yang mengarah ke kekhawatiran menutupi.
Secara terpisah, panel ahli yang didukung WHO—dibentuk Juli lalu setelah negara-negara termasuk Australia menuntut penyelidikan independen—pada hari Senin mengkritik China dan WHO.
Baca juga : Sedihnya Pelatih Conor McGregor Gagal Kudeta Khabib Nurmagomedov
Laporan panel itu mengatakan; "Jelas (bahwa) langkah-langkah kesehatan masyarakat dapat diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan lokal dan nasional di China Januari lalu dan bahwa ada potensi tanda-tanda awal untuk ditindaklanjuti lebih cepat".
Pemerintahan Donald Trump telah menghabiskan hari-hari terakhirnya untuk meningkatkan serangan terhadap China atas pandemi COVID-19, dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengklaim pada akhir pekan lalu bahwa badan-badan intelijen AS memiliki bukti bahwa virus itu lolos dari laboratorium di Wuhan.
Baca juga : OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun
China telah dengan keras menolak tuduhan tersebut, di mana surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah mengecam Pompeo sebagai "orang gila".
Teori yang diyakini selama ini adalah bahwa virus berasal dari kelelawar dan melompat ke manusia di “pasar basah” kontroversial yang menjual dan menyembelih hewan eksotik dalam kondisi yang menjijikkan.
China, sementara itu, telah mulai mendorong teori bahwa virus itu berasal dari luar negeri dan mungkin telah tiba di Wuhan melalui produk makanan beku impor dari Eropa, Amerika Selatan, atau bahkan Australia.
Itu terjadi ketika tim ahli WHO bersiap untuk memulai penyelidikannya terhadap asal-usul virus corona SARS-CoV-2.
Pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, percaya bahwa badan tersebut sebagian besar telah menyerahkan kendali penyelidikan ke China, yang mengarah ke kekhawatiran menutupi.
Secara terpisah, panel ahli yang didukung WHO—dibentuk Juli lalu setelah negara-negara termasuk Australia menuntut penyelidikan independen—pada hari Senin mengkritik China dan WHO.
Baca juga : Sedihnya Pelatih Conor McGregor Gagal Kudeta Khabib Nurmagomedov
Laporan panel itu mengatakan; "Jelas (bahwa) langkah-langkah kesehatan masyarakat dapat diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan lokal dan nasional di China Januari lalu dan bahwa ada potensi tanda-tanda awal untuk ditindaklanjuti lebih cepat".
Pemerintahan Donald Trump telah menghabiskan hari-hari terakhirnya untuk meningkatkan serangan terhadap China atas pandemi COVID-19, dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengklaim pada akhir pekan lalu bahwa badan-badan intelijen AS memiliki bukti bahwa virus itu lolos dari laboratorium di Wuhan.
Baca juga : OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun
China telah dengan keras menolak tuduhan tersebut, di mana surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah mengecam Pompeo sebagai "orang gila".
Teori yang diyakini selama ini adalah bahwa virus berasal dari kelelawar dan melompat ke manusia di “pasar basah” kontroversial yang menjual dan menyembelih hewan eksotik dalam kondisi yang menjijikkan.
China, sementara itu, telah mulai mendorong teori bahwa virus itu berasal dari luar negeri dan mungkin telah tiba di Wuhan melalui produk makanan beku impor dari Eropa, Amerika Selatan, atau bahkan Australia.
(min)
Lihat Juga :