Dokter-dokter Wuhan Blakblakan Diperintahkan China Berbohong soal COVID-19

Rabu, 20 Januari 2021 - 13:48 WIB
loading...
A A A
Baca juga : Mantap! Indonesia Mau Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Lagi

“Mereka seharusnya tidak mengizinkan pertemuan apa pun,” kata salah satu dokter. “Pemerintah provinsi dan lokal tahu ancaman itu tetapi mereka terus mengizinkan orang banyak.”

WHO men-tweet pada 14 Januari tentang virus tersebut; "Investigasi awal yang dilakukan oleh otoritas China tidak menemukan bukti jelas penularan dari manusia ke manusia."

Baca juga: Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay

Pada saat WHO mengeluarkan laporan situasi pertamanya pada 21 Januari, setidaknya 278 orang di China terinfeksi dan virus tersebut telah menyebar ke tiga negara lain.

Pakar Taiwan yang diwawancarai oleh program televisi itu mendukung kesaksian para dokter Wuhan.

Dr Yin-Ching Chuang dari Infectious Diseases Prevention and Treatment Network (Jaringan Pencegahan dan Perawatan Penyakit Menular) negara itu mengatakan timnya berjuang untuk mendapatkan jawaban yang jelas tentang apakah penularan dari manusia ke manusia telah terjadi.

Setelah mereka diberi izin untuk melakukan perjalanan ke China, kebenaran akhirnya terungkap dalam sebuah pertemuan.

"Kami mengajukan banyak pertanyaan, dengan sangat enggan mereka akhirnya keluar dan mengatakan penularan terbatas dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan," katanya.

“Berapa skala infeksinya? Seberapa besar epidemi ini? Berapa banyak pasien yang terpengaruh? Kami tidak tahu. Hanya mereka yang tahu ini. Mengapa China tidak memberi tahu negara lain tentang masalah manusia-ke-manusia ini lebih awal?."

Bereaksi terhadap bocoran informasi baru pada hari Rabu (20/1/2021), Senator Australia Matt Canavan menuduh Beijing memiliki "sesuatu untuk disembunyikan" dan mengatakan itu membuktikan seruan Pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison untuk transparansi.

"Itulah mengapa pemerintah federal selalu konsisten dalam menyerukan penyelidikan yang tepat dan transparan (tentang asal-usul COVID-19),” katanya kepada Today.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Rekomendasi
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Berita Terkini
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani dan Istrinya Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved