Dokter-dokter Wuhan Blakblakan Diperintahkan China Berbohong soal COVID-19

Rabu, 20 Januari 2021 - 13:48 WIB
loading...
Dokter-dokter Wuhan...
Para dokter di Wuhan, China, direkam diam-diam oleh jurnalis warga saat mengungkap pembungkaman otoritas China soal wabah COVID-19. Foto/ITV/Hardcash Productions
A A A
WUHAN - Para dokter di Wuhan telah direkam secara diam-diam mengakui bahwa mereka tahu seberapa serius virus corona baru pada awal wabah, tetapi mereka diperintahkan pihak berwenang China untuk berbohong.

Virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 sampai saat ini masih mewabah di seluruh dunia, dengan Amerika Serikat yang terparah.

Baca juga: Pejabat Trump: Indonesia dan Israel Hampir Normalisasi, tapi Waktu Habis

Kesaksian yang memberatkan—yang menambah bukti yang berkembang bahwa Partai Komunis China dengan sengaja menyesatkan komunitas global pada tahap awal pandemi—tersebut dimuat dalam sebuah dokumenter baru oleh broadcaster Inggris, ITV, berjudul; "Outbreak: The Virus That Shook The World (Wabah: Virus yang Mengguncang Dunia)".

Baca juga : Jadi Superspreader, Pria China Tularkan COVID-19 ke 102 Orang!

China memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang 27 kasus pertama COVID-19 pada 31 Desember 2019, tetapi tidak melaporkan kematian apa pun hingga pertengahan Januari—dan bahkan kemudian bersikeras tidak ada bukti dari penularan manusia ke manusia.
Baca Juga : Wabah COVID-19 Berlanjut, China Bangun Kamp Karantina 'Raksasa'

Tetapi para profesional medis senior di Wuhan, yang difilmkan oleh seorang jurnalis warga, mengatakan mereka tahu tentang kematian sejak Desember dan jelas bahwa virus itu menyebar di antara orang-orang.

“Kami semua merasa seharusnya tidak ada keraguan tentang penularan dari manusia ke manusia,” kata seorang dokter dalam rekaman tersebut, yang disiarkan ITV pada Selasa (19/1/2021) malam waktu Inggris.
Baca Juga: Pesta Para Wanita dengan Kue Berbentuk Kelamin Pria Hebohkan Mesir

“Sebenarnya akhir Desember atau awal Januari, kerabat seseorang yang saya kenal meninggal karena virus ini. Banyak dari mereka yang tinggal bersamanya juga terinfeksi termasuk orang yang saya kenal," lanjut dokter tersebut, yang identitasnya dilindungi dan wajahnya disamarkan.

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan

Dokter lain berkata; "Kami tahu virus itu menular dari manusia ke manusia, tetapi ketika kami menghadiri pertemuan di rumah sakit, kami diberitahu untuk tidak angkat bicara. Pemimpin pemerintah provinsi mengatakan kepada rumah sakit untuk tidak mengatakan yang sebenarnya."

Para dokter mengklaim bahwa pihak berwenang tahu perayaan Tahun Baru Imlek Januari akan mempercepat penyebaran virus tetapi membiarkan mereka tetap melanjutkannya untuk "menghadirkan masyarakat yang harmonis dan sejahtera".

Baca juga : Mantap! Indonesia Mau Pesan 300 Juta Dosis Vaksin Lagi

“Mereka seharusnya tidak mengizinkan pertemuan apa pun,” kata salah satu dokter. “Pemerintah provinsi dan lokal tahu ancaman itu tetapi mereka terus mengizinkan orang banyak.”

WHO men-tweet pada 14 Januari tentang virus tersebut; "Investigasi awal yang dilakukan oleh otoritas China tidak menemukan bukti jelas penularan dari manusia ke manusia."

Baca juga: Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay

Pada saat WHO mengeluarkan laporan situasi pertamanya pada 21 Januari, setidaknya 278 orang di China terinfeksi dan virus tersebut telah menyebar ke tiga negara lain.

Pakar Taiwan yang diwawancarai oleh program televisi itu mendukung kesaksian para dokter Wuhan.

Dr Yin-Ching Chuang dari Infectious Diseases Prevention and Treatment Network (Jaringan Pencegahan dan Perawatan Penyakit Menular) negara itu mengatakan timnya berjuang untuk mendapatkan jawaban yang jelas tentang apakah penularan dari manusia ke manusia telah terjadi.

Setelah mereka diberi izin untuk melakukan perjalanan ke China, kebenaran akhirnya terungkap dalam sebuah pertemuan.

"Kami mengajukan banyak pertanyaan, dengan sangat enggan mereka akhirnya keluar dan mengatakan penularan terbatas dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan," katanya.

“Berapa skala infeksinya? Seberapa besar epidemi ini? Berapa banyak pasien yang terpengaruh? Kami tidak tahu. Hanya mereka yang tahu ini. Mengapa China tidak memberi tahu negara lain tentang masalah manusia-ke-manusia ini lebih awal?."

Bereaksi terhadap bocoran informasi baru pada hari Rabu (20/1/2021), Senator Australia Matt Canavan menuduh Beijing memiliki "sesuatu untuk disembunyikan" dan mengatakan itu membuktikan seruan Pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison untuk transparansi.

"Itulah mengapa pemerintah federal selalu konsisten dalam menyerukan penyelidikan yang tepat dan transparan (tentang asal-usul COVID-19),” katanya kepada Today.

“Pertanyaannya harus ditanyakan—jika China tidak menyembunyikan apa pun di sini, mengapa mereka melakukan sejauh ini untuk menyembunyikan sesuatu?”

Itu terjadi ketika tim ahli WHO bersiap untuk memulai penyelidikannya terhadap asal-usul virus corona SARS-CoV-2.

Pemerintah Barat, termasuk Amerika Serikat, percaya bahwa badan tersebut sebagian besar telah menyerahkan kendali penyelidikan ke China, yang mengarah ke kekhawatiran menutupi.

Secara terpisah, panel ahli yang didukung WHO—dibentuk Juli lalu setelah negara-negara termasuk Australia menuntut penyelidikan independen—pada hari Senin mengkritik China dan WHO.

Baca juga : Sedihnya Pelatih Conor McGregor Gagal Kudeta Khabib Nurmagomedov

Laporan panel itu mengatakan; "Jelas (bahwa) langkah-langkah kesehatan masyarakat dapat diterapkan lebih tegas oleh otoritas kesehatan lokal dan nasional di China Januari lalu dan bahwa ada potensi tanda-tanda awal untuk ditindaklanjuti lebih cepat".

Pemerintahan Donald Trump telah menghabiskan hari-hari terakhirnya untuk meningkatkan serangan terhadap China atas pandemi COVID-19, dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengklaim pada akhir pekan lalu bahwa badan-badan intelijen AS memiliki bukti bahwa virus itu lolos dari laboratorium di Wuhan.

Baca juga : OMG...! Pandemi Bikin Pekerja Kehilangan Penghasilan Sebesar Rp1.000 Triliun

China telah dengan keras menolak tuduhan tersebut, di mana surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah mengecam Pompeo sebagai "orang gila".

Teori yang diyakini selama ini adalah bahwa virus berasal dari kelelawar dan melompat ke manusia di “pasar basah” kontroversial yang menjual dan menyembelih hewan eksotik dalam kondisi yang menjijikkan.

China, sementara itu, telah mulai mendorong teori bahwa virus itu berasal dari luar negeri dan mungkin telah tiba di Wuhan melalui produk makanan beku impor dari Eropa, Amerika Selatan, atau bahkan Australia.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved