Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay

loading...
Pemimpin Agama Yahudi di Israel Sebut Vaksin COVID-19 Ubah Orang Jadi Gay
Seorang pekerja medis bersiap memberikan suntikan vaksin untuk melawan COVID-19 di Tel Aviv, Israel, 10 Januari 2021. Foto/REUTERS/Ronen Zvulun
TEL AVIV - Seorang rabbi atau pemimpin agama Yahudi dari sekte ultra-ortodoks di Israel telah memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan vaksin pencegah COVID-19 . Sebab, kata dia, vaksin itu mungkin mengubah orang menjadi gay.

Baca juga : Muncul Empat Kasus Baru, WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Capai 2.835 Orang

Rabbi Daniel Asor, yang memiliki banyak pengikut di media sosial, juga menegaskan bahwa seluruh upaya vaksinasi adalah hasil kerja "pemerintah jahat global" yang mencoba membangun tatanan dunia baru.

Baca juga: Israel Suntikkan Vaksin COVID-19 ke Orang Palestina yang Dipenjara



Dalam khotbah online terakhirnya, dia mengatakan bahwa apapun, termasuk vaksin, yang dibuat dengan menggunakan "substrat embrio" dapat menyebabkan kecenderungan yang berlawanan.

Baca juga : Efek Vaksin Pfizer, 13 Warga Israel Alami Kelumpuhan Wajah

"Setiap vaksin yang dibuat menggunakan substrat embrio, dan kami memiliki bukti tentang hal ini, menyebabkan kecenderungan yang berlawanan. Vaksin diambil dari substrat embrio, dan mereka melakukannya di sini juga, jadi...itu dapat menyebabkan kecenderungan yang berlawanan," katanya, mengisyaratkan pada homoseksualitas.



Setelah membuat kaitan palsu antara vaksin dan homoseksualitas, Asor kemudian menegaskan berbagai teori konspirasi seputar pandemi virus corona SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top