Pasukan Uganda Halangi Kunjungan Dubes AS ke Rumah Pemimpin Oposisi
Selasa, 19 Januari 2021 - 17:11 WIB
loading...
A
A
A
Juru bicara pemerintah Ofwono Opondo tidak menjawab panggilan telepon Reuters untuk memberikan komentar.
Pemungutan suara pekan lalu, kata kedutaan AS, dinodai oleh pelecehan terhadap kandidat oposisi, penindasan terhadap hak-hak media dan pendukung oposisi, serta pemadaman internet secara nasional.
"Tindakan melanggar hukum ini dan penahanan rumah yang efektif terhadap seorang calon presiden melanjutkan tren mengkhawatirkan dalam jalannya demokrasi Uganda," kata Kedubes AS.
Baca juga: AS Kecam Penangkapan Navalny, Sang Musuh Politik Putin oleh Moskow
Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak mengerahkan misi pengamat untuk pemungutan suara karena penolakan akreditasi dan kegagalan otoritas Uganda untuk menerapkan rekomendasi oleh misi sebelumnya.
Selama kampanye, pasukan keamanan secara rutin membubarkan demonstrasi Wine dengan gas air mata, peluru, pemukulan, dan penahanan. Mereka mengutip pelanggaran hukum yang dimaksudkan untuk mengekang penyebaran virus Corona untuk tindakan tersebut.
Pemungutan suara pekan lalu, kata kedutaan AS, dinodai oleh pelecehan terhadap kandidat oposisi, penindasan terhadap hak-hak media dan pendukung oposisi, serta pemadaman internet secara nasional.
"Tindakan melanggar hukum ini dan penahanan rumah yang efektif terhadap seorang calon presiden melanjutkan tren mengkhawatirkan dalam jalannya demokrasi Uganda," kata Kedubes AS.
Baca juga: AS Kecam Penangkapan Navalny, Sang Musuh Politik Putin oleh Moskow
Amerika Serikat dan Uni Eropa tidak mengerahkan misi pengamat untuk pemungutan suara karena penolakan akreditasi dan kegagalan otoritas Uganda untuk menerapkan rekomendasi oleh misi sebelumnya.
Selama kampanye, pasukan keamanan secara rutin membubarkan demonstrasi Wine dengan gas air mata, peluru, pemukulan, dan penahanan. Mereka mengutip pelanggaran hukum yang dimaksudkan untuk mengekang penyebaran virus Corona untuk tindakan tersebut.
Lihat Juga :