Grup Neo-Nazi Ajak Tentara AS Habisi Para Politisi Washington

Senin, 18 Januari 2021 - 08:02 WIB
loading...
A A A
"Kumpulkan milisi lokal Anda yang tepercaya dan lakukan apa yang harus Anda lakukan untuk menyelamatkan negara ini dan rakyat kami dari cakar neraka mereka yang menekan jiwa kita semua," tulis akun simpatisan neo-Nazi lainnya.

Baca juga: Para Perusuh Capitol Ternyata Para Terduga Teroris yang Dipantau FBI

Sekarang FBI secara resmi telah memperingatkan para gubernur negara bagian tentang kelompok bersenjata yang merencanakan serangan di seluruh 50 ibu kota negara bagian. Sekitar 20.000 tentara Garda Nasional dari seluruh negeri sedang bergerak di Washington DC untuk mengamankan pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Mereka telah diberi wewenang untuk membawa senjata.

“Tujuan mereka di DC seharusnya membuat pengkhianat dari semua Garda Nasional itu,” tulis posting Telegram kelompok Neo-Nazi yang dibongkar oleh Vice. Nama detail kelompok itu disensor. "Banyak yang secara anonim menyatakan dukungan mereka. Mengambil keuntungan," lanjut posting tersebut.

Jumlah personel militer AS sangat besar. Ada sekitar 1,3 juta personel tugas aktif. Di sayap, ada sekitar 18 juta veteran. Semuanya memiliki keahlian dan pengalaman untuk menghadapi pemberontak.

Pensiunan Jenderal Angkatan Darat AS dan mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn bulan lalu meminta Presiden Donald Trump untuk segera mendeklarasikan darurat militer, dan untuk sementara menangguhkan konstitusi serta mengontrol sipil atas pemilu federal. Tujuannya adalah semata-mata untuk memiliki kendali militer dan mengawasi pemungutan suara ulang.

Baca juga: Anggota DPR AS Ancam Makzulkan Biden di Hari Pertama Jadi Presiden
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Menlu 8 Negara Kecam...
Menlu 8 Negara Kecam Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Yahudi Geruduk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved