alexametrics

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat

loading...
Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat
Rumor kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un ramai jadi perbincangan. Seperti halnya rumor Jong-un, sejumlah pemimpin dunia ini diketahui mengidap sakit keras saat masih berkuasa. Ilustrasi/SINDOnews/Titus Jefika Heri Hendarmawan
A+ A-
RUMOR kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un saat ini tengah ramai jadi perbincangan. Ia dilaporkan menderita sakit kardiovaskular.

Namun kondisi dan lokasi tempat ia dirawat seolah masih misterius. Seperti halnya rumor Jong-un, sejumlah pemimpin dunia ini diketahui mengidap sakit keras saat masih berkuasa. (Baca juga: Kim Jong-un Akhirnya Muncul, Kondisi Sehat dan Sedang Potong Pita)

1. Presiden AS Franklin D Roosevelt



Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden Amerika Serikat (AS), Franklin D Roosevelt pernah dinyatakan menderita tekanan darah tinggi, aterosklerosis, dan penyakit jantung koroner pada 1944. Ia memang dikenal sebagai perokok berat, namun kondisi kesehatannya dirahasiakan dari publik. (Baca juga: 10 Tokoh Dunia yang Sembuh dari Pandemi Flu Spanyol)

Pada 1944, dokter pribadinya, Admiral Ross McIntire mengatakan, kesehatan Roosevelt sangat prima. Nyatanya, Roosevelt meninggal dunia satu tahun setelahnya karena mengalami pendarahan otak.

2. Presiden AS John F Kennedy

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden AS ke-35, John F Kennedy menderita penyakit Addison atau polyendocrine autoimmune syndrome tipe 2. Penyakit ini dikatakan sudah dideritanya sebelum dirinya terpilih menjadi presiden pada 1961. Namun kondisinya ini terus dirahasiakan bahkan hingga kematiannya pada 1963.

Penyakit ini membuatnya selalu merasa kelelahan, pusing, berat badan menurun, kesulitan berdiri, mual, dan berkeringat. Akibat penyakit itu ia bahkan dilaporkan sempat pingsan dua kali saat melakukan kunjungan kongres ke Inggris.

3. PM Inggris Winston Churchill

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Perdana Menteri (PM) Inggris, Winston Churchill dilaporkan menderita stroke dalam masa jabatan keduanya, yaitu pada 1953 saat usianya 79 tahun. Selain stroke, ia juga disebut mengalami depresi berkepanjangan hingga membuatnya selalu mengkomsumsi minuman keras dan merokok cerutu. Ia juga pernah menderita serangan jantung di Gedung Putih pada 1941 di masa jabatan pertamanya dan didiagnosis menderita pneumonia beberapa tahun setelahnya. (Baca juga: Toilet Emas Dicuri dari Tempat Kelahiran Winston Churchill)

4. Presiden Vietnam Tran Dai Quang

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden Vietnam, Tran Dai Quang meninggal di usia 61 tahun pada 2018. Ia dilaporkan sudah mengalami sakit selama berbulan-bulan sejak Juni 2017.

Quang dilaporkan meninggal akibat menderita sejenis virus ganas, yang belum memiliki pengobatan efektif. Padahal ia baru ditunjuk menjadi presiden pada April 2016.

5. Presiden Prancis, Francois Mitterrand

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden Perancis, Francois Mitterrand menderita kanker prostat selama bertahun-tahun di Istana Elysee. Namun ia dan dokter pribadinya menyembunyikan hal ini dari publik. Menjabat presiden dua kali periode berturut-turut dengan masing-masing periode selama 7 tahun, ia menjabat selama total 14 tahun sampai Mei 1995. Francois Mitterrand meninggal dunia akibat penyakitnya itu pada 2016

6. Presiden Ghana, John Atta Mills

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden Ghana, John Atta Mills, meninggal akibat kanker dan stroke di usia 68 tahun pada 2012. Baru menjabat selama tiga tahun, John baru saja memenangkan pemilihan presiden pada 2008. John Atta Mills pernah mendapatkan penghargaan internasional sebagai pemimpin yang berhasil memperkenalkan model demokrasi di Afrika.

7. Presiden Zambia, Michael Sata

Deretan Pemimpin Dunia yang Pernah Sakit Keras saat Menjabat


Presiden Zambia, Michael Sata, dilaporkan meninggal dunia di usia 77 tahun di Inggris pada 2014. Detail mengenai penyakit yang dideritanya ini tidak diungkapkan ke publik, namun pihak rumah sakit menyebut bahwa detak jantungnya meningkat tiba-tiba sebelum akhirnya berhenti untuk selama-lamanya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak