Rusia Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan AS
Sabtu, 16 Januari 2021 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Wakil juru bicara NATO Piers Cazalet menyalahkan Rusia atas rusaknya perjanjian Open Skies. Dia mengatakan "implementasi selektif" Rusia atas tugas dalam perjanjian Open Skies untuk sementara waktu telah merusak kontribusi perjanjian itu demi keamanan regional.
"Semua sekutu NATO tetap berkomitmen untuk kontrol senjata internasional yang efektif, pelucutan senjata, dan non-proliferasi—yang penting untuk keamanan kami," kata Cazalet dalam sebuah pernyataan.
Perjanjian Open Skies adalah salah satu dari tiga perjanjian utama yang ditinggalkan Washington di bawah administrasi Presiden Donald Trump yang akan lengser.
Pada 2018, Amerika Serikat menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan Iran, yang mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan pelonggaran sanksi internasional.
Iran menangguhkan beberapa komitmennya sendiri berdasarkan kesepakatan 2015 sebagai pembalasan.
Washington juga menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia, yang semakin menegangkan hubungan yang sudah tegang antara Moskow dan Washington yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai titik terendah sejak akhir Perang Dingin.
Dengan Presiden terpilih Joe Biden akan menjabat minggu depan, salah satu tantangan pertama yang akan dia hadapi dalam hubungan bilateral dengan Rusia adalah negosiasi perpanjangan perjanjian New START. Kesepakatan, yang merupakan pakta pengurangan senjata antara Washington dengan Moskow, akan berakhir pada 5 Februari.
"Semua sekutu NATO tetap berkomitmen untuk kontrol senjata internasional yang efektif, pelucutan senjata, dan non-proliferasi—yang penting untuk keamanan kami," kata Cazalet dalam sebuah pernyataan.
Perjanjian Open Skies adalah salah satu dari tiga perjanjian utama yang ditinggalkan Washington di bawah administrasi Presiden Donald Trump yang akan lengser.
Pada 2018, Amerika Serikat menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan Iran, yang mengekang program nuklir Teheran dengan imbalan pelonggaran sanksi internasional.
Iran menangguhkan beberapa komitmennya sendiri berdasarkan kesepakatan 2015 sebagai pembalasan.
Washington juga menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia, yang semakin menegangkan hubungan yang sudah tegang antara Moskow dan Washington yang dalam beberapa tahun terakhir telah mencapai titik terendah sejak akhir Perang Dingin.
Dengan Presiden terpilih Joe Biden akan menjabat minggu depan, salah satu tantangan pertama yang akan dia hadapi dalam hubungan bilateral dengan Rusia adalah negosiasi perpanjangan perjanjian New START. Kesepakatan, yang merupakan pakta pengurangan senjata antara Washington dengan Moskow, akan berakhir pada 5 Februari.
(min)
Lihat Juga :