Rusia Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan AS
Sabtu, 16 Januari 2021 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
Perjanjian itu memungkinkan hampir tiga lusin negara yang meneken perjanjian untuk melakukan penerbangan pemberitahuan singkat di atas wilayah satu sama lain untuk memantau potensi operasi militer.
Negara yang meneken perjanjian itu termasuk negara-negara di Eropa, negara-negara bekas Uni Soviet dan Kanada.
Tahun lalu Washington mengumumkan meninggalkan perjanjian itu setelah menuduh Rusia melakukan pelanggaran, termasuk memblokir penerbangan di atas situs-situs tertentu dan melarang survei latihan militer.
Konstantin Kosachev, ketua komite urusan luar negeri majelis tinggi parlemen Rusia, mengatakan keputusan Moskow untuk meninggalkan perjanjian Open Skies dapat diprediksi karena negara-negara anggota lainnya tidak memenuhi persyaratannya.
Baca juga: Militer Israel Susun Rencana Baru untuk Serang Program Nuklir Iran
Dalam sebuah posting di Facebook, Kosachev mengatakan Rusia meminta penandatangan yang tersisa untuk mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan mentransfer informasi yang diperoleh berdasarkan perjanjian Open Skies ke Washington.
“Kesalahan atas apa yang sedang terjadi—dan ini adalah skenario yang sangat disayangkan—sepenuhnya ada pada Amerika Serikat dan sekutu NATO,” tulis Kosachev, seperti dikutip AFP, Sabtu (16/1/2021).
Negara yang meneken perjanjian itu termasuk negara-negara di Eropa, negara-negara bekas Uni Soviet dan Kanada.
Tahun lalu Washington mengumumkan meninggalkan perjanjian itu setelah menuduh Rusia melakukan pelanggaran, termasuk memblokir penerbangan di atas situs-situs tertentu dan melarang survei latihan militer.
Konstantin Kosachev, ketua komite urusan luar negeri majelis tinggi parlemen Rusia, mengatakan keputusan Moskow untuk meninggalkan perjanjian Open Skies dapat diprediksi karena negara-negara anggota lainnya tidak memenuhi persyaratannya.
Baca juga: Militer Israel Susun Rencana Baru untuk Serang Program Nuklir Iran
Dalam sebuah posting di Facebook, Kosachev mengatakan Rusia meminta penandatangan yang tersisa untuk mengonfirmasi bahwa mereka tidak akan mentransfer informasi yang diperoleh berdasarkan perjanjian Open Skies ke Washington.
“Kesalahan atas apa yang sedang terjadi—dan ini adalah skenario yang sangat disayangkan—sepenuhnya ada pada Amerika Serikat dan sekutu NATO,” tulis Kosachev, seperti dikutip AFP, Sabtu (16/1/2021).
Lihat Juga :