Mahathir: Biden Mungkin akan Perbaiki Hubungan dengan Asia, Akhiri Perang Dagang Konyol
Kamis, 14 Januari 2021 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia telah berselisih sejak Juli 2018. Ini diawali oleh tuntutan AS agar China mengadopsi perubahan kebijakan yang akan lebih melindungi kekayaan intelektualwarga Amerika dan membuat pasar China lebih dapat diakses oleh perusahaan AS.
Perang perdagangan mereka merusak pertumbuhan global dan rantai pasokan yang terbalik selama dua tahun terakhir. Baca juga: CEO Twitter Tegaskan Blokir Akun Trump Adalah Keputusan Tepat
Mahathir mengatakan, Malaysia seperti kebanyakan negara, perlu lebih sensitif terhadap apa yang diinginkan China. Ini karena China terlalu besar untuk dihadapi langsung dalam masalah seperti ketidakseimbangan perdagangan atau pelanggaran HAM.
"China tidak memperlakukan Muslim di sana dengan baik, tetapi kami tidak dapat menghadapi mereka, kami harus sangat berhati-hati dengan cara kami menangani China," tukasnya.
Perang perdagangan mereka merusak pertumbuhan global dan rantai pasokan yang terbalik selama dua tahun terakhir. Baca juga: CEO Twitter Tegaskan Blokir Akun Trump Adalah Keputusan Tepat
Mahathir mengatakan, Malaysia seperti kebanyakan negara, perlu lebih sensitif terhadap apa yang diinginkan China. Ini karena China terlalu besar untuk dihadapi langsung dalam masalah seperti ketidakseimbangan perdagangan atau pelanggaran HAM.
"China tidak memperlakukan Muslim di sana dengan baik, tetapi kami tidak dapat menghadapi mereka, kami harus sangat berhati-hati dengan cara kami menangani China," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :