Mahathir: Biden Mungkin akan Perbaiki Hubungan dengan Asia, Akhiri Perang Dagang Konyol

Kamis, 14 Januari 2021 - 16:09 WIB
loading...
Mahathir: Biden Mungkin...
Mahathir mengatakan, setelah empat tahun berurusan dengan Trump, Asia dapat mengharapkan Biden untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara yang secara tradisional mendukung AS. Foto/REUTERS
A A A
KUALA LUMPUR - Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, setelah empat tahun berurusan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump, Asia dapat mengharapkan Joe Biden untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara yang secara tradisional mendukung AS. Dia juga berharap Biden mengakhiri "perang perdagangan konyol" dengan China.

"Saya berharap ini berbeda dari Trump, karena Trump praktis tidak tahu apa-apa tentang Asia Tenggara," kata Mahathir dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Mahathir Sangkal Promosikan Kekerasan Soal Hak Membunuh Orang Prancis

"Trump dulu menentang hampir setiap negara, tetapi sekarang saya pikir Biden ingin membalikkan kebijakan itu dan memiliki pemahaman atau hubungan persahabatan dengan banyak negara, yang di masa lalu cukup mendukung Amerika," sambungnya.

Biden pada November lalu mengatakan bahwa AS akan "siap untuk memimpin" lagi di panggung global, ketika ia secara resmi mengambil alih jabatan pada 20 Januari, setelah dunia bergulat dengan kebijakan "Amerika Pertama" Trump yang memusuhi sekutu dan memicu perang perdagangan dengan China.

"Saya tidak percaya dia (Biden) akan melanjutkan perang perdagangan konyol dengan China ini. Seharusnya ada beberapa upaya untuk mungkin menyelesaikan beberapa masalah ketidakseimbangan dalam perdagangan, tetapi mempertahankan perang dagang bukanlah sesuatu yang saya pikir akan dilakukan Biden," ujarnya.

AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia telah berselisih sejak Juli 2018. Ini diawali oleh tuntutan AS agar China mengadopsi perubahan kebijakan yang akan lebih melindungi kekayaan intelektualwarga Amerika dan membuat pasar China lebih dapat diakses oleh perusahaan AS.

Perang perdagangan mereka merusak pertumbuhan global dan rantai pasokan yang terbalik selama dua tahun terakhir. Baca juga: CEO Twitter Tegaskan Blokir Akun Trump Adalah Keputusan Tepat

Mahathir mengatakan, Malaysia seperti kebanyakan negara, perlu lebih sensitif terhadap apa yang diinginkan China. Ini karena China terlalu besar untuk dihadapi langsung dalam masalah seperti ketidakseimbangan perdagangan atau pelanggaran HAM.

"China tidak memperlakukan Muslim di sana dengan baik, tetapi kami tidak dapat menghadapi mereka, kami harus sangat berhati-hati dengan cara kami menangani China," tukasnya.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved