Pendukungnya Serbu Capitol, Luksemburg Sebut Trump Pyromaniac
Rabu, 13 Januari 2021 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
"Tanggal 6 Januari 2021 adalah serangan 11/9 terhadap demokrasi itu sendiri, dan Trump adalah orang yang mendorongnya," imbuhnya seperti dikutip dari Business Insider, Rabu (13/1/2021).
Untuk diketahui, menurut WikiPedia, pyromaniac adalah gangguan mental yang ditandai muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya
"Orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab adalah Trump dan anggota GOP (Partai Republik). Orang-orang seperti Ted Cruz dan orang-orang Republik terpilih lainnya bertanggung jawab karena mereka bertindak seperti anjing pudel Trump," Asselborn menambahkan.(Baca juga: Massa Pro-Trump Siapkan Pemberontakan Besar-besaran Jelang Pelantikan Biden )
Asselborn tidak sendirian di antara sekutu Eropa yang mengutuk Trump setelah pengepungan Capitol. Kanselir Jerman Angela Merkel, misalnya, menyalahkan Trump.
"Saya sangat menyesal bahwa sejak November, Presiden Trump tidak menerima kekalahannya, dan tidak melakukannya lagi kemarin," kata Merkel Kamis lalu, sehari setelah pengepungan.
Untuk diketahui, menurut WikiPedia, pyromaniac adalah gangguan mental yang ditandai muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya
"Orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab adalah Trump dan anggota GOP (Partai Republik). Orang-orang seperti Ted Cruz dan orang-orang Republik terpilih lainnya bertanggung jawab karena mereka bertindak seperti anjing pudel Trump," Asselborn menambahkan.(Baca juga: Massa Pro-Trump Siapkan Pemberontakan Besar-besaran Jelang Pelantikan Biden )
Asselborn tidak sendirian di antara sekutu Eropa yang mengutuk Trump setelah pengepungan Capitol. Kanselir Jerman Angela Merkel, misalnya, menyalahkan Trump.
"Saya sangat menyesal bahwa sejak November, Presiden Trump tidak menerima kekalahannya, dan tidak melakukannya lagi kemarin," kata Merkel Kamis lalu, sehari setelah pengepungan.
Lihat Juga :