Kebelet Ingin Diakui, Israel Kerahkan Buzzer Buat Merayu Timur Tengah

Selasa, 12 Januari 2021 - 20:56 WIB
loading...
A A A
"Ketika perdamaian regional berkembang lebih jauh, berbicara dengan tetangga kami dalam bahasa mereka sendiri menjadi lebih penting," kata Gendelman, menambahkan bahwa Israel berencana untuk memperluas jangkauannya dalam bahasa Arab seperti dikutip dari Reuters, Selasa (12/1/2021).

Seorang peneliti akademis yang berbasis di London dengan kewarganegaraan ganda Bahrain dan Inggris, Dr Ala'a Shehabi, mengatakan bahwa sentimen publik di negara-negara Arab tetap pro-Palestina. Tentang kampanye media sosial Israel, dia menambahkan: "Tidak berhasil jika tidak mengubah opini populer."(Baca juga: Israel Tolak Suntik Vaksin COVID-19 Tahanan Palestina, Komisi: Itu Rasis )

Israel ingin mendapatkan dukungan Arab yang lebih luas untuk kesepakatan baru daripada dengan perjanjian perdamaian formal yang ditandatangani dengan Mesir dan Yordania, masing-masing pada 1979 dan 1994. Perjanjian tersebut ditegakkan oleh para pemimpin negara, tetapi dianggap kurang antusias oleh banyak orang Mesir dan Yordania.

Sebuah laporan bulan Oktober oleh Kementerian Urusan Strategis Israel menemukan bahwa selama Agustus dan September lebih dari 90% komentar media sosial Arab mengenai kesepakatan "normalisasi" adalah negatif.

"Israel harus bersiap untuk memulai kampanye online yang berlarut-larut untuk memenangkan hati dan pikiran demi menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan Israel," menurut ringkasan rinci dari laporan yang dibagikan kepada Reuters oleh kementerian itu.

Seorang pejabat kementerian mengatakan bahwa pada bulan Januari tingkat komentar negatif telah turun menjadi 75%.

Sepuluh anggota tim berbahasa Arab Kementerian Luar Negeri Israel itu terdiri dari orang Yahudi dan Arab.(Baca juga: Takut Diserang Houthi Yaman, Israel Kerahkan Sistem Rudal Iron Dome )

Dengan pesan seperti “Salam, Shalom” - kata Arab dan Ibrani untuk perdamaian - kampanye tersebut sangat menonjolkan apa yang Gonen sebut sebagai “konten lembut,” seperti musik, makanan, dan olahraga. Tim itu juga memposting tentang musuh Israel seperti Iran, Hamas dan Hizbullah.

Didirikan pada tahun 2011, unit berbahasa Arab tersebut secara signifikan meningkatkan aktivitasnya sejak akhir musim panas ketika berita tentang kesepakatan pertama dipublikasikan.

"Tim itu saat ini menerbitkan hingga 700 atau lebih postingan di media sosial selama sebulan, sekitar 15% hingga 20% lebih banyak daripada sebelum kesepakatan," kata Gonen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved