AS Bersiap Tetapkan Houthi Organisasi Teroris, Arab Saudi Senang

Selasa, 12 Januari 2021 - 10:00 WIB
loading...
AS Bersiap Tetapkan...
Logo Kementerian Luar Negeri Arab Saudi. Foto/Al Arabiya English
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk menetapkan Houthi Yaman sebagai organisasi teroris. Arab Saudi sedang dan menyambut baik langkah Washington tersebut.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan yang dilansir SPA, Selasa (12/1/2021), mengatakan Riyadh menyambut baik keputusan Amerika Serikat untuk menunjuk milisi Houthi yang didukung Iran sebagai organisasi teroris dan untuk mengklasifikasikan tiga pemimpinnya sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT). (Baca: AS Segera Tetapkan Houthi Yaman sebagai Organisasi Teroris )

"Langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah Yaman untuk mengakhiri pelanggaran milisi yang didukung Iran dan bahaya nyata yang ditimbulkannya, yang telah menyebabkan memburuknya situasi kemanusiaan rakyat Yaman, dan ancaman yang berkelanjutan untuk perdamaian dan keamanan internasional," kata kementerian tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan hari Senin mengatakan Amerika Serikat akan menunjuk milisi Houthi yang didukung Iran sebagai organisasi teroris, dan tiga pemimpinnya sebagai Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT).

"Departemen Luar Negeri akan memberi tahu Kongres tentang niat saya untuk menunjuk Ansarallah—kadang-kadang disebut Houthi—sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO), di bawah pasal 219 Undang-Undang Imigrasi dan Kebangsaan, dan sebagai entitas Teroris Global yang Ditunjuk Khusus (SDGT) sesuai dengan Perintah Eksekutif 13224," bunyi pernyataan Pompeo.

“Saya juga bermaksud menunjuk tiga pemimpin Ansarallah, Abdul Malik al-Houthi, Abd al-Khaliq Badr al-Din al-Houthi, dan Abdullah Yahya al Hakim, sebagai SDGT,” imbuh Pompeo. (Baca juga: Massa Pro-Trump Siapkan Pemberontakan Besar-besaran Jelang Pelantikan Biden )

Kementerian Luar Negeri Kerajaan Saudi mengatakan mereka berharap langkah itu akan mengakhiri tindakan teroris Houthi dan mencegah pendukungnya memasok kelompok itu dengan rudal, drone, senjata, dan dana.

Kementerian Luar Negeri Yaman juga menyambut baik keputusan AS dan mengatakan bahwa langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah untuk menghukum milisi.

“Setelah enam tahun perang, dan penerapan berbagai sanksi terhadap individu, kami percaya bahwa semua tekanan politik dan hukum terhadap Houthi harus terus meningkat dan intensif untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi solusi damai untuk konflik tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Yaman Ahmad Awad bin Mubarak dalam sebuah pernyataan.

"Kelompok yang didukung Iran harus diklasifikasikan sebagai organisasi teroris asing tidak hanya untuk tindakan teroris mereka, tetapi juga untuk upaya permanen mereka untuk memperpanjang konflik dan menyebabkan bencana kemanusiaan terburuk di dunia," lanjut menteri tersebut.

Menurut Kementerian Luar Negeri Yaman kejahatan kelompok Houthi termasuk membom rumah dan tempat ibadah warga sipil, menangkap dan menyiksa jurnalis dan aktivis politik, menggunakan fasilitas kesehatan dan pendidikan untuk tujuan militer, menghancurkan institusi ekonomi di Yaman, serta menargetkan warga sipil di Arab Saudi.

Pompeo dalam pengumumannya menambahkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memasok Houthi dengan rudal, drone, dan pelatihan, yang memungkinkan kelompok itu menargetkan bandara dan infrastruktur penting lainnya.

Iran selama ini dituding mendukung Houthi dalam perang saudara Yaman melawan pemerintah yang diakui secara internasional.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved