Mampu Produksi 100 Juta Dosis, China Bangun Pabrik Vaksin Terbesar Dunia

Jum'at, 15 Mei 2020 - 07:25 WIB
loading...
A A A
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa upaya menemukan vaksin didukung pemimpin sedikitnya dari 40 negara dan organisasi senilai USD8 miliar. Dana tersebut seharusnya terus ditambah. “Kita memiliki kandidat vaksin yang baik saat ini,” kata Ghebreyesus, dilansir Al Jazeera. “Vaksin yang terbaik sekitar tujuh atau delapan. Tapi, kita memiliki ratusan kandidat.” (Baca: Cina Lockdown Dua Kota, Tanda-tanda Pandemi Corona Gelombang Kedua?)

Ghebreyesus mengungkapkan, PBB fokus pada beberapa kandidat untuk mendapatkan hasil yang baik dan mengakselerasikan kandidat vaksin yang bisa berpotensi baik. Sayangnya, dia tidak mengidentifikasi jenis vaksin yang dinyatakan kandidat terbaik tersebut.

Sejak Januari silam, Ghebreyesus sudah bekerja sama dengan ribuan peneliti dari seluruh dunia untuk mengakselerasikan dan melacak pengembangan vaksin dari model binatang hingga desain pengujian klinis dan segala sesuatu yang berkaitan. Dia mengungkapkan, ada konsorsium yang terdiri lebih dari 400 ilmuwan dalam pengembangan vaksin tersebut.

WHO pun menegaskan Covid-19 bukan virus pembunuh yang benar-benar mematikan, namun dia memiliki kemampuan penularan yang sangat kuat. Kini sudah 4 juta kasus di seluruh dunia dan 275.000 orang meninggal karena infeksi virus tersebut. “Jumlah kasus baru kini sudah menunjukkan penurunan di Eropa Barat, tetapi terus meningkat di Eropa Timur, Afrika, Asia Tenggara, dan kawasan lain,” kata Ghebreyesus.

Dia menjelaskan, pandemi ini mengajarkan banyak pelajaran menyakitkan tentang pentingnya sistem kesehatan nasional dan regional yang kuat. “Tren saat ini, lebih dari lima miliar orang tidak bisa mendapatkan akses terhadap pelayanan esensial tersebut pada 2030,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Konflik AS-Iran Makin...
Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Penipuan Kursus Bahasa...
Penipuan Kursus Bahasa Arab dengan Bonus Umrah Dilaporkan ke Bareskrim, Korban Rugi Ratusan Juta
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
Autralia Ingin Bangun...
Autralia Ingin Bangun Angkatan Laut Terbesar Sejak Perang Dunia II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved