Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4
Senin, 11 Januari 2021 - 14:39 WIB
loading...
A
A
A
Kualitas udara California yang tidak sehat, dibandingkan dengan negara bagian AS lainnya, adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor. Jumlah penduduk negara bagian yang besar yaitu 39 juta, industri pelabuhan yang signifikan, dan pertumbuhan ekonomi menciptakan emisi yang signifikan melalui lalu lintas, truk diesel, konstruksi, pertanian, dan emisi domestik.
8. Rusia
![Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4]()
Kematian akibat polusi : 118.687 setahun
Rusia menjadi salah satu negara dengan tingkat polusi terburuk di dunia . Nahkan karena tingkat polusi yang sangat parah, salju putih di beberapa kota di Rusia ini berubah menjadi hitam. Salju yang biasanya berwarna putih ini berubah menjadi hitam dalam waktu semalam di kota Koselevsk dan Prokopyevsk di wilayah Kuzbass Rusia. Salah satu sebab parahnya polusi di Rusia adalah adanya penambangan batu-bara yang mengubah salju dari warna putih menjadi menjadi hitam gelap seperti terjadi di Koselevsk dan Prokopyevsk.
9. Ethiopia
![Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4]()
Kematian akibat polusi : 110.787 setahun
Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus (PM2.5) di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa tiga kali lipat pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini meningkatkan masalah kesehatan yang serius di antara penduduknya. Studi Beban Penyakit Global 2017 menunjukkan bahwa polusi udara adalah faktor risiko tertinggi kedua untuk kematian dan kecacatan di Ethiopia. (Baca juga: Gelombang Suara Gempa Bawah Air Ungkap Perubahan Pemanasan Global)
Diperkirakan 21% kematian non-kecelakaan disebabkan oleh kualitas udara yang buruk, setara dengan 2,700 kematian setiap tahun di kota. Tanpa intervensi untuk mengendalikan polusi udara, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 6,200 dan menyebabkan 32% kematian pada 2025.
10. Brasil
![Negara dengan Kematian Akibat Polusi Terbanyak di Dunia, Indonesia Urutan ke-4]()
Kematian akibat polusi : 109.438 setahun
Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus (PM2.5) di Brasil ada 2019 adalah 1 kali lipat di atas rekomendasi paparan dari WHO. Jumlah mobil dan tingkat industrialisasi di kota-kota Brazil sangat mempengaruhi tingkat pencemaran udara di daerah perkotaan yang mempunyai dampak penting pada kesehatan untuk kelompok populasi yang besar di daerah perkotaan utama Brazil.
Berdasarkan data polusi udara tahunan yang dikumpulkan di kota Belo Horizonte, Fortaleza, Porto Algre, Rio de Janeiro, São Paulo, dan Vitoria antara 1998 dan 2005, sebanyak 5% dari total kematian tahunan pada kelompok usia anak-anak usia lima tahun dan lebih muda serta orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dikaitkan dengan tingkat polusi udara di kota-kota ini.
Ket: PM2.5 = Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus
Sumber: katadata, Global Alliance On Health And Pollution
8. Rusia
.jpg)
Kematian akibat polusi : 118.687 setahun
Rusia menjadi salah satu negara dengan tingkat polusi terburuk di dunia . Nahkan karena tingkat polusi yang sangat parah, salju putih di beberapa kota di Rusia ini berubah menjadi hitam. Salju yang biasanya berwarna putih ini berubah menjadi hitam dalam waktu semalam di kota Koselevsk dan Prokopyevsk di wilayah Kuzbass Rusia. Salah satu sebab parahnya polusi di Rusia adalah adanya penambangan batu-bara yang mengubah salju dari warna putih menjadi menjadi hitam gelap seperti terjadi di Koselevsk dan Prokopyevsk.
9. Ethiopia

Kematian akibat polusi : 110.787 setahun
Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus (PM2.5) di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa tiga kali lipat pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal ini meningkatkan masalah kesehatan yang serius di antara penduduknya. Studi Beban Penyakit Global 2017 menunjukkan bahwa polusi udara adalah faktor risiko tertinggi kedua untuk kematian dan kecacatan di Ethiopia. (Baca juga: Gelombang Suara Gempa Bawah Air Ungkap Perubahan Pemanasan Global)
Diperkirakan 21% kematian non-kecelakaan disebabkan oleh kualitas udara yang buruk, setara dengan 2,700 kematian setiap tahun di kota. Tanpa intervensi untuk mengendalikan polusi udara, angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 6,200 dan menyebabkan 32% kematian pada 2025.
10. Brasil

Kematian akibat polusi : 109.438 setahun
Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus (PM2.5) di Brasil ada 2019 adalah 1 kali lipat di atas rekomendasi paparan dari WHO. Jumlah mobil dan tingkat industrialisasi di kota-kota Brazil sangat mempengaruhi tingkat pencemaran udara di daerah perkotaan yang mempunyai dampak penting pada kesehatan untuk kelompok populasi yang besar di daerah perkotaan utama Brazil.
Berdasarkan data polusi udara tahunan yang dikumpulkan di kota Belo Horizonte, Fortaleza, Porto Algre, Rio de Janeiro, São Paulo, dan Vitoria antara 1998 dan 2005, sebanyak 5% dari total kematian tahunan pada kelompok usia anak-anak usia lima tahun dan lebih muda serta orang dewasa berusia 65 tahun ke atas dikaitkan dengan tingkat polusi udara di kota-kota ini.
Ket: PM2.5 = Konsentrasi rata-rata tahunan zat halus
Sumber: katadata, Global Alliance On Health And Pollution
(ysw)
Lihat Juga :