PM Kanada Sebut Trump 'Provokator' Penyerbuan Parlemen AS
Minggu, 10 Januari 2021 - 13:45 WIB
loading...
A
A
A
Trudeau menuduh Trump menghasut ribuan pendukungnya dan menyerbu gedung Kongres dan Senat. Kecaman Trudeau terhadap Trump adalah perubahan dari kata-kata peringatan yang biasa digunakannya selama empat tahun terakhir.
(Baca juga : Real Madrid Ingin Tambah Kekuatan, Lima Pemain Konon Masuk Daftar Belanja )
Disinggung apakah kecamannya itu dapat merusak hubungan Kanada-AS. Trudeau mengesampingkan kemungkinan itu dan mengatakan penting untuk dicatat bahwa kata-kata para pemimpin dapat berdampak negatif atau positif. “
Warga Kanada mengharapkan pemimpin politik mereka melindungi demokrasi kita yang berharga dengan cara kita berperilaku,” ujarnya. ( Baca juga: Berbahaya, Jenderal Tertinggi AS Didesak Blokir Trump dari Kode Nuklir )
“Demokrasi Kanada tidak terjadi secara kebetulan dan tidak akan berlanjut tanpa pekerjaan. Kita harus selalu bekerja untuk mengamankan demokrasi kita dan tidak memberikan kenyamanan kepada mereka yang mempromosikan hal-hal yang tidak benar atau memberi ruang untuk kebencian atau ekstremisme. Kami akan terus sangat waspada, mengingat bahwa pilihan yang kami buat sebagai pemimpin, sebagai politisi, memiliki konsekuensi," tukasnya.
(Baca juga : Real Madrid Ingin Tambah Kekuatan, Lima Pemain Konon Masuk Daftar Belanja )
Disinggung apakah kecamannya itu dapat merusak hubungan Kanada-AS. Trudeau mengesampingkan kemungkinan itu dan mengatakan penting untuk dicatat bahwa kata-kata para pemimpin dapat berdampak negatif atau positif. “
Warga Kanada mengharapkan pemimpin politik mereka melindungi demokrasi kita yang berharga dengan cara kita berperilaku,” ujarnya. ( Baca juga: Berbahaya, Jenderal Tertinggi AS Didesak Blokir Trump dari Kode Nuklir )
“Demokrasi Kanada tidak terjadi secara kebetulan dan tidak akan berlanjut tanpa pekerjaan. Kita harus selalu bekerja untuk mengamankan demokrasi kita dan tidak memberikan kenyamanan kepada mereka yang mempromosikan hal-hal yang tidak benar atau memberi ruang untuk kebencian atau ekstremisme. Kami akan terus sangat waspada, mengingat bahwa pilihan yang kami buat sebagai pemimpin, sebagai politisi, memiliki konsekuensi," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :