Akun Twitter Disuspend, Trump Gunakan Akun @POTUS; 'Kami Tak Bisa Dibungkam!'
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:14 WIB
loading...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS/Leah Millis
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berkoar lagi di Twitter menggunakan akun kepersidenan @POTUS beberapa menit setelah pihak Twitter men-suspend permanen akun pribadinya; @realDonaldTrump.
Akun @realDonaldTrump di-suspend atau ditangguhkan pihak Twitter pada hari Jumat (8/1/2021) dengan alasan akun itu berisiko mengumbar hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan. Langkah Twitter itu terjadi setelah massa pendukung Trump mengamuk dan menyerbu Gedung Capitol AS, tempat Kongres mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden pada Rabu lalu. (Baca: Twitter Suspend Akun Trump karena Menghasut Kekerasan )
Trump mengecam raksasa media sosial tersebut karena membatasi kebebasan berbicara sambil mempromosikan ideologi "kiri radikal".
“Seperti yang sudah lama saya katakan, Twitter telah semakin melarang kebebasan berbicara, dan malam ini, karyawan Twitter telah berkoordinasi dengan Demokrat dan Radikal Kiri dalam menghapus akun saya dari platform mereka, untuk membungkam saya—dan Anda, 75.000.000 patriot hebat yang memilih saya," tulis Trump dalam serangkaian tweet pertama, yang didokumentasikan oleh netizen sebelum dilarang sekitar tiga menit tayang.
"Kami tidak bisa dibungkam! Twitter bukan tentang kebebasan berbicara. Semuanya tentang mempromosikan platform kiri radikal di mana beberapa orang paling kejam di dunia diizinkan untuk berbicara dengan bebas," lanjut tweet Trump yang kini sudah hilang.
Akun @realDonaldTrump di-suspend atau ditangguhkan pihak Twitter pada hari Jumat (8/1/2021) dengan alasan akun itu berisiko mengumbar hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan. Langkah Twitter itu terjadi setelah massa pendukung Trump mengamuk dan menyerbu Gedung Capitol AS, tempat Kongres mengesahkan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden pada Rabu lalu. (Baca: Twitter Suspend Akun Trump karena Menghasut Kekerasan )
Trump mengecam raksasa media sosial tersebut karena membatasi kebebasan berbicara sambil mempromosikan ideologi "kiri radikal".
“Seperti yang sudah lama saya katakan, Twitter telah semakin melarang kebebasan berbicara, dan malam ini, karyawan Twitter telah berkoordinasi dengan Demokrat dan Radikal Kiri dalam menghapus akun saya dari platform mereka, untuk membungkam saya—dan Anda, 75.000.000 patriot hebat yang memilih saya," tulis Trump dalam serangkaian tweet pertama, yang didokumentasikan oleh netizen sebelum dilarang sekitar tiga menit tayang.
"Kami tidak bisa dibungkam! Twitter bukan tentang kebebasan berbicara. Semuanya tentang mempromosikan platform kiri radikal di mana beberapa orang paling kejam di dunia diizinkan untuk berbicara dengan bebas," lanjut tweet Trump yang kini sudah hilang.
Lihat Juga :