Pemerintah Afghanistan Tuding Taliban Pelaku Serangan ke RS Bersalin
Kamis, 14 Mei 2020 - 23:44 WIB
loading...
A
A
A
Baik Saleh maupun Sediqi tidak memberikan bukti atas tuduhan mereka terhadap Taliban maupun ISIS. Faksi ISIS di negara itu, yang telah lama dipandang dan diperang AS sebagai musuh terpisah di Afghanistan, belum mengklaim bertanggung jawab atas pembantaian itu.
Taliban telah membantah bertanggung jawab atas kedua serangan itu dan menyalahkan ISIS atas serangan di Kabul dan Nangarhar. Mereka juga menuduh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menciptakan rintangan untuk proses perdamaian.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu kemarin, kelompok itu mengatakan siap untuk melawan pasukan Afghanistan dan memperingatkan bahwa, mulai sekarang dan seterusnya, tanggung jawab eskalasi kekerasan lebih lanjut akan jatuh tepat di pundak pemerintahan Kabul. (Baca: Afghanistan Umumkan Operasi Ofensif Terhadap Taliban )
Amerika Serikat (AS) dan Taliban menandatangani perjanjian bersejarah mereka di Doha pada bulan Februari. Pemerintahan Trump mendorong keras untuk perjanjian itu, ingin menepati janji Trump untuk mengakhiri perang terpanjang yang melibatkan pasukan Amerika.
Kesepakatan itu menjamin penarikan penuh pasukan militer AS dan pembicaraan langsung antara Taliban dengan pemerintahan Ghani. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengakui segera setelah perjanjian ditandatangani bahwa jalan di depan akan "berbatu dan bergelombang," tetapi serangan baru-baru ini mungkin mendorong rencana perdamaian ke titik puncak.
Taliban telah membantah bertanggung jawab atas kedua serangan itu dan menyalahkan ISIS atas serangan di Kabul dan Nangarhar. Mereka juga menuduh Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menciptakan rintangan untuk proses perdamaian.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu kemarin, kelompok itu mengatakan siap untuk melawan pasukan Afghanistan dan memperingatkan bahwa, mulai sekarang dan seterusnya, tanggung jawab eskalasi kekerasan lebih lanjut akan jatuh tepat di pundak pemerintahan Kabul. (Baca: Afghanistan Umumkan Operasi Ofensif Terhadap Taliban )
Amerika Serikat (AS) dan Taliban menandatangani perjanjian bersejarah mereka di Doha pada bulan Februari. Pemerintahan Trump mendorong keras untuk perjanjian itu, ingin menepati janji Trump untuk mengakhiri perang terpanjang yang melibatkan pasukan Amerika.
Kesepakatan itu menjamin penarikan penuh pasukan militer AS dan pembicaraan langsung antara Taliban dengan pemerintahan Ghani. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengakui segera setelah perjanjian ditandatangani bahwa jalan di depan akan "berbatu dan bergelombang," tetapi serangan baru-baru ini mungkin mendorong rencana perdamaian ke titik puncak.
(ber)
Lihat Juga :