Situasi Gedung Capitol Chaos, Trump Didesak Tutup Mulut
Kamis, 07 Januari 2021 - 03:43 WIB
loading...
A
A
A
Situasi chaos terjadi tidak lama setelah rapat gabungan Kongres digelar untuk mengonfirmasi kemenangan Joe Biden dalam pilpres AS 3 November lalu. Rapat itu menyulut kemarahan massa pendukung Trump dengan melanggar barikade dan bentrok dengan polisi di tangga Gedung Capitol. (Baca juga: Wapres Pence Membangkang pada Trump, Tolak Ubah Hasil Pilpres AS )
Beberapa kantor di gedung parlemen itu dievakuasi, dan kemudian lockdown penuh diberlakukan saat pengunjuk rasa berhasil masuk.
"Karena ancaman keamanan eksternal yang terletak di West Front, tidak ada masuk atau keluar yang diizinkan saat ini," kata Kepolisian Capitol dalam sebuah pernyataan.
“Anda dapat bergerak di seluruh gedung tetapi menjauh dari jendela dan pintu eksterior. Jika Anda berada di luar, carilah perlindungan," lanjut pernyataan tersebut.
Penghitungan suara elektoral ditangguhkan dan anggota Kongres dikunci di dalam ruang Senat.
Wakil Presiden Mike Pence, yang sebelumnya mengatakan menentang tuntutan Trump untuk mengubah hasil pilpres, telah dievakuasi untuk keselamatannya.
Beberapa kantor di gedung parlemen itu dievakuasi, dan kemudian lockdown penuh diberlakukan saat pengunjuk rasa berhasil masuk.
"Karena ancaman keamanan eksternal yang terletak di West Front, tidak ada masuk atau keluar yang diizinkan saat ini," kata Kepolisian Capitol dalam sebuah pernyataan.
“Anda dapat bergerak di seluruh gedung tetapi menjauh dari jendela dan pintu eksterior. Jika Anda berada di luar, carilah perlindungan," lanjut pernyataan tersebut.
Penghitungan suara elektoral ditangguhkan dan anggota Kongres dikunci di dalam ruang Senat.
Wakil Presiden Mike Pence, yang sebelumnya mengatakan menentang tuntutan Trump untuk mengubah hasil pilpres, telah dievakuasi untuk keselamatannya.
Lihat Juga :