India Diam-Diam Memproduksi 500 Juta Vaksin Covid
Rabu, 06 Januari 2021 - 06:45 WIB
loading...
A
A
A
Geraldo Barbosa, Kepala Brazilian Association of Vaccine Clinics (ABCVAC), siap memimpin delegasi ke India untuk melakukan nota kesepakatan dengan Bharat Biotech. Namun, regulasi kesehatan di Brasil belum memberikan sertifikasi terhadap vaksin tersebut.
Selain India, Rusia juga telah melakukan vaksinasi massal dengan Sputnik V, meski tidak jelas bagaimana proses uji klinisnya. Keputusan Moskow menyepakati vaksin tersebut menjadi perhatian bagi para pakar. Banyak ilmuwan khawatir Moskow menjadikan gengsi nasional dibandingkan faktor keselamatan. Mereka mempertanyakan kerja pengembangan vaksin buatan Rusia ini dan menduga para penelitinya telah mengabaikan tahapan-tahapan tertentu.
(Baca juga: Selain Vaksin Sputnik V, Rusia Kembali yang Pertama Menemukan Obat Covid-19 )
Namun, Presiden Vladimir Putin dan para pejabat Rusia menyatakan vaksin tersebut tergolong aman. “Saya mengetahui vaksin itu bekerja secara efektif dan membentuk imunitas yang kuat. Saya katakan, itu melewati segala proses pemeriksaan,” kata Putin, dalam rapat pemerintahan, dilansir Reuters. Dia juga menekankan bahwa vaksin melalui semua tahapan uji yang dibutuhkan.
Banyak negara juga percaya dengan Sputnik V. Aljazair, Venezuela, hingga Argentina menggunakan Sputnik V sebagai vaksin untuk vaksinasi massal. Argentina sepakat membeli 10 juta dosis vaksin Suputnik, demikian juga dengan Venezuela. Bahkan, Turki bersiap memproduksi vaksin Sputnik V di dalam negerinya.
Apakah aman menggunakan vaksin yang belum jelas efektivitasnya? “Belum tahu. Apakah kamu melakukan uji klinis atau tidak,” kata Gagandeep Kang, salah seorang pakar vaksin ternama di India, dilansir BBC. Uji klinis merupakan proses untuk menentukan apakah vaksin mampu merespons imunitas atau memiliki efek samping.
Selain India, Rusia juga telah melakukan vaksinasi massal dengan Sputnik V, meski tidak jelas bagaimana proses uji klinisnya. Keputusan Moskow menyepakati vaksin tersebut menjadi perhatian bagi para pakar. Banyak ilmuwan khawatir Moskow menjadikan gengsi nasional dibandingkan faktor keselamatan. Mereka mempertanyakan kerja pengembangan vaksin buatan Rusia ini dan menduga para penelitinya telah mengabaikan tahapan-tahapan tertentu.
(Baca juga: Selain Vaksin Sputnik V, Rusia Kembali yang Pertama Menemukan Obat Covid-19 )
Namun, Presiden Vladimir Putin dan para pejabat Rusia menyatakan vaksin tersebut tergolong aman. “Saya mengetahui vaksin itu bekerja secara efektif dan membentuk imunitas yang kuat. Saya katakan, itu melewati segala proses pemeriksaan,” kata Putin, dalam rapat pemerintahan, dilansir Reuters. Dia juga menekankan bahwa vaksin melalui semua tahapan uji yang dibutuhkan.
Banyak negara juga percaya dengan Sputnik V. Aljazair, Venezuela, hingga Argentina menggunakan Sputnik V sebagai vaksin untuk vaksinasi massal. Argentina sepakat membeli 10 juta dosis vaksin Suputnik, demikian juga dengan Venezuela. Bahkan, Turki bersiap memproduksi vaksin Sputnik V di dalam negerinya.
Apakah aman menggunakan vaksin yang belum jelas efektivitasnya? “Belum tahu. Apakah kamu melakukan uji klinis atau tidak,” kata Gagandeep Kang, salah seorang pakar vaksin ternama di India, dilansir BBC. Uji klinis merupakan proses untuk menentukan apakah vaksin mampu merespons imunitas atau memiliki efek samping.
Lihat Juga :