Redam Penyebaran Mutasi Covid-19, Menkes Inggris Sarankan Pengetatan Penguncian

Senin, 04 Januari 2021 - 22:17 WIB
loading...
Redam Penyebaran Mutasi...
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, London perlu memperketat pembatasan di beberapa wilayah untuk meredam penyebaran varian baru Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Menteri Kesehatan Inggris , Matt Hancock mengatakan, London perlu memperketat pembatasan di beberapa wilayah untuk meredam penyebaran varian baru Covid-19 . Pernyataan ini datang setelah jumlah kasus infeksi melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Pada akhir pekan, ada hampir 55 ribu kasus baru di Inggris. Total 75 ribu orang meninggal dunia di Inggris akibat virus tersebut. Ini jumlah korban tertinggi kedua di Eropa. ( Baca juga: Penyebaran Varian Baru Corona Bisa Tekan Market Dunia )

Inggris saat ini dibagi menjadi empat tingkatan pembatasan yang berbeda, tergantung pada prevalensi virus, dan Hancock mengatakan peraturan di beberapa bagian yang sudah berada di Tingkat 3 jelas tidak berfungsi.

"Ada data yang sangat mengkhawatirkan yang menunjukkan virus terus menyebar," katanya dalam sebuah wawancara dengan BBC, seperti dilansir Reuters pada Senin (4/1/2021).

"Kami dapat melihat bahwa di beberapa kasus Tier 3 meningkat tajam sehingga jelas lebih banyak tindakan, seperti yang dikatakan perdana menteri, akan dibutuhkan. Varian baru penyakit ini menular dari orang ke orang jauh lebih mudah daripada yang lama," sambungnya. ( Baca juga: Bocah 12 Tahun di Inggris Gugat TikTok karena Gunakan Data Pribadinya )

Ditanya apakah pemerintah sedang mempertimbangkan untuk kembali memberlakukan penguncian secara nasional, Hancock mengatakan bahwa pemerintah tidak mengesampingkan kemungkinan apa pun.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Gerakan Pangan Murah...
Gerakan Pangan Murah Partai Perindo Sultra Diserbu Warga
RGI dan NNA Jalin Kemitraan,...
RGI dan NNA Jalin Kemitraan, Perluas Distribusi SKT ke Wilayah Baru
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Berita Terkini
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved