China Bantah Tudingan AS Soal Beijing Coba Curi Penelitian Vaksin Covid-19

Kamis, 14 Mei 2020 - 18:34 WIB
loading...
China Bantah Tudingan...
China menolak tudingan AS bahwa Beijing berusaha mencuri penelitian tentang pengembangan vaksin untuk melawan virus corona baru penyebab penyakit Covid-19. Foto/REUTERS
A A A
BEIJING - China menolak tudingan Amerika Serikat (AS) bahwa Beijing berusaha mencuri penelitian tentang pengembangan vaksin untuk melawan virus corona baru penyebab penyakit Covid-19. China menyebut tudingan itu sebagai fitnah belaka.

"Setiap tindakan yang dilakukan secara daring untuk menyabotase upaya melawan virus itu harus dikecam," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, seperti dilansir Channel News Asia pada Kamis (14/5/2020).

China juga mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan pengujian dan penyaringan untuk mencegah kebangkitan dari wabah yang telah menewaskan lebih dari 4.600 orang di wilayah mereka.

Baca juga: Yurianto Sebut 173.690 Spesimen Diperiksa untuk Temukan Kasus Corona

Sebelumnya, dalam laporan di media AS, disebutkan bahwa FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika berencana untuk mengeluarkan peringatan tentang peretasan China ketika pemerintah dan perusahaan swasta berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk Covid-19.

Baca juga: FBI Yakin Hacker China Coba Curi Penelitian Vaksin Covid-19 AS

Para peretas juga menargetkan informasi dan kekayaan intelektual tentang perawatan dan tes untuk Covid-19. Para pejabat AS, lanjut laporan tersebut, menuduh para peretas terkait dengan pemerintah China.

Peringatan FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS, jika dikeluarkan, akan menambah serangkaian peringatan dan laporan yang menuduh para peretas yang didukung pemerintah di Iran, Korea Utara, Rusia, dan China melakukan aktivitas jahat terkait pandemi, dari mengumbar berita palsu hingga menargetkan pekerja dan ilmuwan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved