Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
Sabtu, 02 Januari 2021 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian, aturan belanja bebas bea atau duty free diberlakukan kembali, di mana warga yang kembali ke Inggris dari UE dapat membawa hingga 42 liter bir, 18 liter anggur, empat liter minuman beralkohol, dan 200 batang rokok tanpa membayar pajak. Warga negara UE yang ingin pindah ke Inggris akan dihadapkan sistem berbasis poin yang sama dengan orang-orang di tempat lain di dunia.
Dalam keamanan, kepolisian Inggris telah kehilangan akses yang cepat ke sistem data di seluruh UE berisi catatan kriminal, sidik jari, dan buronan. Namun, kerja sama keamanan bisa dinegosiasikan ulang dengan UE.
Tak hanya itu, pebisnis di Inggris, Skotlandia dan Wales harus menyelesaikan lebih banyak dokumen saat berurusan dengan negara-negara UE. Perusahaan-perusahaan Inggris yang mengekspor barang-barang ke Eropa harus segera mengisi pernyataan bea cukai.
Apa akibat dari semua ini? "Brexit akan menjadi bencana," demikian kekhawatiran CEO Retail Economic, Richard Lim, dilansir The Guardian.
Situasi ini terjadi karena harga produk makanan dan kebutuhan sehari-hari akan meningkat tajam sebagai dampak pembelakuan pajak dan bea cukai. Bahkan, chairman supermarket Tesco, John Allan, mengatakan Brexit tidak memiliki dampak positif dalam jangka panjang ekonomi Inggris. "Tapi, ketika kita bertahan di UE, kita juga akan bertambah buruk," katanya.
Pemeriksaan barang yang masuk ke Inggris dari benua itu akan dilakukan secara bertahap selama periode enam bulan hingga Juli 2021, meskipun beberapa prosedur bea cukai baru telah diberlakukan, untuk impor alkohol, tembakau, bahan kimia, dan obat-obatan yang terdaftar.
Perubahan besar lain yang berbeda dengan sebelumnya, Pengadilan Eropa (European Court of Justice) tidak akan berwenang untuk memutuskan sengketa antara Inggris dan UE. Dan Inggris secara bertahap akan dapat mendapatkan lebih banyak ikan yang ditangkapnya di perairannya sendiri. Tidak seperti anggota Inggris Raya lainnya, Irlandia Utara akan terus mengikuti banyak aturan UE, karena perbatasannya dengan Republik Irlandia tetap ada. (andika h mustaqim)
Dalam keamanan, kepolisian Inggris telah kehilangan akses yang cepat ke sistem data di seluruh UE berisi catatan kriminal, sidik jari, dan buronan. Namun, kerja sama keamanan bisa dinegosiasikan ulang dengan UE.
Tak hanya itu, pebisnis di Inggris, Skotlandia dan Wales harus menyelesaikan lebih banyak dokumen saat berurusan dengan negara-negara UE. Perusahaan-perusahaan Inggris yang mengekspor barang-barang ke Eropa harus segera mengisi pernyataan bea cukai.
Apa akibat dari semua ini? "Brexit akan menjadi bencana," demikian kekhawatiran CEO Retail Economic, Richard Lim, dilansir The Guardian.
Situasi ini terjadi karena harga produk makanan dan kebutuhan sehari-hari akan meningkat tajam sebagai dampak pembelakuan pajak dan bea cukai. Bahkan, chairman supermarket Tesco, John Allan, mengatakan Brexit tidak memiliki dampak positif dalam jangka panjang ekonomi Inggris. "Tapi, ketika kita bertahan di UE, kita juga akan bertambah buruk," katanya.
Pemeriksaan barang yang masuk ke Inggris dari benua itu akan dilakukan secara bertahap selama periode enam bulan hingga Juli 2021, meskipun beberapa prosedur bea cukai baru telah diberlakukan, untuk impor alkohol, tembakau, bahan kimia, dan obat-obatan yang terdaftar.
Perubahan besar lain yang berbeda dengan sebelumnya, Pengadilan Eropa (European Court of Justice) tidak akan berwenang untuk memutuskan sengketa antara Inggris dan UE. Dan Inggris secara bertahap akan dapat mendapatkan lebih banyak ikan yang ditangkapnya di perairannya sendiri. Tidak seperti anggota Inggris Raya lainnya, Irlandia Utara akan terus mengikuti banyak aturan UE, karena perbatasannya dengan Republik Irlandia tetap ada. (andika h mustaqim)
(poe)
Lihat Juga :