Ahli: Sudah 'Dikunci' Negara Besar, Negara Miskin Sulit Dapatkan Vaksin Covid-19

Kamis, 31 Desember 2020 - 21:01 WIB
loading...
A A A
Benjamin Schreiber, koordinator vaksin COVID-19 di UNICEF, dana anak-anak PBB, mengatakan, sangat penting bahwa semua negara memiliki akses yang adil ke vaksin baru. "Kami benar-benar perlu menghindari situasi negara-negara kaya yang menelan semua vaksin dan kemudian tidak ada dosis yang cukup untuk negara-negara termiskin," katanya.

(Baca: 8 Orang Disuntik 5 Kali Dosis Vaksin Pfizer, 4 Malah Mengalami Gejala COVID-19 )

Terlepas dari etika, data epidemiologi menggarisbawahi perlunya distribusi vaksin yang adil. Para peneliti di Universitas Northeastern Amerika pada pertengahan November menerbitkan penelitian yang meneliti hubungan antara jangkauan vaksin dan kematian Covid-19.

Mereka mencontohkan dua skenario. Yang pertama, skenario "alokasi tidak kooperatif", menghipotesiskan apa yang akan terjadi jika 50 negara kaya memonopoli 2 miliar dosis vaksin pertama. Yang kedua melihat vaksin didistribusikan berdasarkan populasi suatu negara daripada kemampuan untuk membayarnya.

Para peneliti menemukan bahwa skenario penimbunan negara kaya mengurangi kematian akibat Covid-19 sebesar 33 persen secara global. Pendekatan pembagian yang adil mencegah 61 persen kematian.

(Baca: Siarkan Langsung Wabah COVID-19 dari Wuhan, Wanita Ini Dipenjara 4 Tahun )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Akhirnya Eropa Izinkan...
Akhirnya Eropa Izinkan Fitur FSD Tesla Digunakan
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
5 Negara yang Sudah...
5 Negara yang Sudah Mulai Menerapkan Dedolarisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved