Ahli: Sudah 'Dikunci' Negara Besar, Negara Miskin Sulit Dapatkan Vaksin Covid-19

Kamis, 31 Desember 2020 - 21:01 WIB
loading...
Ahli: Sudah Dikunci...
Ilustrasi
A A A
LONDON - Kabar baik terus menghampiri dunia, dengan semakin banyaknya pengembang vaksin Covid-19 . Para pengembang itu menyatakan bahwa vaksin yang mereka kembangkan menunjukan hasil yang positif. Terbaru, Moderna mengatakan vaksin mereka bisa memberikan proteksi hingga 95 persen, setelah sebelumnya Pfizer menyampaikan kabar serupa.

Tetapi, sementara negara-negara kaya merencanakan program vaksinasi mereka hingga akhir 2021, para ahli memperingatkan bahwa negara-negara miskin dan berkembang menghadapi rintangan untuk mendapatkan vaksin yang cukup untuk rakyat mereka.

(Baca: Spanyol Mendata Warganya yang Menolak Vaksin Covid-19 )

Dengan biaya USD 40 untuk setiap perawatan, yang terdiri dari dua suntikan terpisah, negara-negara kaya bergegas memesan puluhan juta dosis. Tapi, kurang jelas apa yang bisa diharapkan negara-negara miskin.

"Jika kita hanya memiliki vaksin Pfizer dan setiap orang membutuhkan dua dosis, jelas itu dilema etika yang sulit," kata Trudie Lang, direktur Jaringan Kesehatan Global di Departemen Kedokteran Nuffield Universitas Oxford, seperti dilansir Japan Today.

Sementara Rachel Silverman, seorang peneliti kebijakan di Center for Global Development, mengatakan, tidak mungkin sebagian besar dari kumpulan vaksin pertama akan berakhir di negara-negara yang lebih miskin.

Berdasarkan perjanjian pembelian di muka yang ditandatangani dengan Pfizer, dia menghitung bahwa 1,1 miliar dosis telah diambil seluruhnya oleh negara-negara kaya. "Tidak banyak yang tersisa untuk semua orang," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Liburan ke Eropa Makin...
Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Cerita Davi, Mahasiswa...
Cerita Davi, Mahasiswa Kedokteran Unair yang Raih Medali Emas ONMIPA-PT 2026 Bidang Biologi
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved