China Sebut Tuduhan Pelanggaran HAM Muslim Uighur Kebohongan Abad Ini

Selasa, 29 Desember 2020 - 23:32 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, Beijing sebelumnya telah menolak seruan dari Uni Eropa dan negara-negara anggota PBB untuk mengizinkan pengamat independen masuk ke Xinjiang.

Selain penolakan, China juga telah memanfaatkan media pemerintah dalam upayanya untuk mendikte narasi di Xinjiang. Publikasi berbahasa Inggris seperti tabloid nasionalistik Global Times telah mengeluarkan laporannya sendiri dalam upaya untuk melawan penyelidikan yang antara lain dilakukan oleh BBC dan Institut Kebijakan Strategis Australia.(Baca juga: ICC Tolak Investigasi Penindasan China Terhadap Muslim Uighur )

Pada bulan Juli, pemerintahan Trump memberi sanksi kepada pejabat Partai Komunis yang dikatakan terkait atau terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, yang berbatasan dengan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan dan Afghanistan di barat, serta Pakistan dan India di selatan.

The Uyghur Human Rights Project mengatakan kepada Newsweek awal bulan ini bahwa ada beberapa kekhawatiran di antara komunitas Uighur bahwa pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden yang akan datang tidak akan cukup tangguh menghadapi China.

"Namun, dukungan bipartisan tentang masalah di Washington dan kemampuan Biden untuk memerintahkan negara-negara koalisi untuk menekan China, keduanya merupakan tanda-tanda yang menggembirakan," kata LSM itu.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Ketua PMI DKI Jakarta:...
Ketua PMI DKI Jakarta: Relawan Muda Garda Terdepan yang Siap Go Internasional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Dunia Diam saat Gaza...
Dunia Diam saat Gaza Menderita Pelanggaran HAM Paling Keji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved