China Sebut Tuduhan Pelanggaran HAM Muslim Uighur Kebohongan Abad Ini
Selasa, 29 Desember 2020 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
"(Republik Rakyat China) telah menerapkan kebijakan represif selama puluhan tahun di Xinjiang menjadi ekstrem sejak April 2017, menahan lebih dari satu juta orang Uighur, etnis Kazakh dan Kirgiz, dan anggota kelompok agama minoritas di kamp-kamp interniran dalam upaya sistematis untuk menghapus identitas etnis dan budaya serta keyakinan agama mereka, dan mengontrol pertumbuhan populasi mereka," bunyi laporan Deplu AS.
Zhao, juru bicara Kemlu China, menggambarkan tuduhan itu sebagai disinformasi yang dibuat oleh politisi anti-China.
"Disinformasi di Xinjiang yang dibuat oleh beberapa politisi Amerika adalah 'kebohongan terbesar abad ini'," katanya seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (29/12/2020).
Beijing secara konsisten membantah tuduhan penindasan etnis dan agama di daerah tersebut. Kamp konsentrasi digambarkan sebagai sekolah atau pusat kejuruan, di mana "pelajar" menjalani deradikalisasi sebagai bagian dari kampanye kontraterorisme.
Zhao mengutip konferensi pers baru-baru ini yang diadakan di Beijing, di mana pejabat pemerintah dan penduduk terpilih dari Xinjiang berbicara tentang stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Dia mendorong para pejabat AS untuk membaca transkripnya.
Pada jumpa pers itu, Zhao juga membidik para pejabat kedutaan AS karena gagal memenuhi tugas mereka dalam mempromosikan hubungan bilateral. Dia menuduh misi diplomatik tersebut menerbitkan lebih dari 60 informasi palsu.
Zhao, juru bicara Kemlu China, menggambarkan tuduhan itu sebagai disinformasi yang dibuat oleh politisi anti-China.
"Disinformasi di Xinjiang yang dibuat oleh beberapa politisi Amerika adalah 'kebohongan terbesar abad ini'," katanya seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (29/12/2020).
Beijing secara konsisten membantah tuduhan penindasan etnis dan agama di daerah tersebut. Kamp konsentrasi digambarkan sebagai sekolah atau pusat kejuruan, di mana "pelajar" menjalani deradikalisasi sebagai bagian dari kampanye kontraterorisme.
Zhao mengutip konferensi pers baru-baru ini yang diadakan di Beijing, di mana pejabat pemerintah dan penduduk terpilih dari Xinjiang berbicara tentang stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu. Dia mendorong para pejabat AS untuk membaca transkripnya.
Pada jumpa pers itu, Zhao juga membidik para pejabat kedutaan AS karena gagal memenuhi tugas mereka dalam mempromosikan hubungan bilateral. Dia menuduh misi diplomatik tersebut menerbitkan lebih dari 60 informasi palsu.
Lihat Juga :