Jenderal Haftar Umbar Ancaman, Pasukan Turki Jadi Target Serangan
Sabtu, 26 Desember 2020 - 01:10 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan anggota parlemen Turki diambil Selasa lalu, meskipun gencatan senjata yang ditengahi PBB di Libya diumumkan pada bulan Oktober. Kesepakatan gencatan senjata merencanakan kepergian pasukan asing dan tentara bayaran dari Libya dalam waktu tiga bulan.
"Musuh yang menjajah memiliki satu dari dua pilihan: pergi dengan damai atau diusir dengan paksa," kata Haftar, mengacu pada Turki.(Baca juga: Jenderal Haftar LNA ke Erdogan: Hengkang dari Libya atau Hadapi Peluru Kami! )
Misi Dukungan PBB di Libya menggunakan alasan nasional untuk mendesak pihak-pihak yang bersaing di untuk memperhatikan gencatan senjata dan menghormati road map politik yang merencanakan penyelenggaraan pemilihan umum pada Desember 2021.
"Sementara Misi PBB menyerukan kepada warga Libya untuk mengkonsolidasikan upaya mereka dan mengambil langkah berani menuju rekonsiliasi nasional, dan untuk menantikan masa depan yang cerah bagi semua warga Libya untuk hidup dalam perdamaian dan kemakmuran, ia menegaskan komitmen penuhnya untuk membantu rakyat Libya dalam membangun negara bersatu," bunyi pernyataan misi PBB di Libya, UNSMIL, yang dikeluarkan pada Kamis lalu.
Awal bulan ini, 75 politisi Libya dari kubu oposisi bertemu secara virtual dalam forum politik yang diprakarsai oleh PBB dan setuju untuk mengadakan pemilihan umum tahun depan. Namun, mereka gagal memecah kebuntuan pada mekanisme pemilihan untuk pemerintahan transisi yang akan menjalankan negara menjelang pemungutan suara.(Baca juga: Tentara Libya Sita Persenjataan dari UEA untuk Khalifa Haftar )
"Musuh yang menjajah memiliki satu dari dua pilihan: pergi dengan damai atau diusir dengan paksa," kata Haftar, mengacu pada Turki.(Baca juga: Jenderal Haftar LNA ke Erdogan: Hengkang dari Libya atau Hadapi Peluru Kami! )
Misi Dukungan PBB di Libya menggunakan alasan nasional untuk mendesak pihak-pihak yang bersaing di untuk memperhatikan gencatan senjata dan menghormati road map politik yang merencanakan penyelenggaraan pemilihan umum pada Desember 2021.
"Sementara Misi PBB menyerukan kepada warga Libya untuk mengkonsolidasikan upaya mereka dan mengambil langkah berani menuju rekonsiliasi nasional, dan untuk menantikan masa depan yang cerah bagi semua warga Libya untuk hidup dalam perdamaian dan kemakmuran, ia menegaskan komitmen penuhnya untuk membantu rakyat Libya dalam membangun negara bersatu," bunyi pernyataan misi PBB di Libya, UNSMIL, yang dikeluarkan pada Kamis lalu.
Awal bulan ini, 75 politisi Libya dari kubu oposisi bertemu secara virtual dalam forum politik yang diprakarsai oleh PBB dan setuju untuk mengadakan pemilihan umum tahun depan. Namun, mereka gagal memecah kebuntuan pada mekanisme pemilihan untuk pemerintahan transisi yang akan menjalankan negara menjelang pemungutan suara.(Baca juga: Tentara Libya Sita Persenjataan dari UEA untuk Khalifa Haftar )
(ber)
Lihat Juga :