Sadis, Milisi Houthi Pukuli Ibu Hamil Hingga Tewas di Depan Anak-anaknya

Jum'at, 25 Desember 2020 - 23:27 WIB
loading...
Sadis, Milisi Houthi...
Aksi sadis dilakukan milisi Haouthi yang memukuli ibu hamil hingga tewas di depan anak-anaknya. Foto/Al Arabiya
A A A
SANAA - Milisi Houthi dilaporkan telah memukuli seorang ibu hamil sampai mati di Ibb, Yaman , di depan keempat anak-anaknya. Aksi sadis itu dilakukan saat mereka menggerebek rumah korban untuk menangkap suaminya.

Media lokal Yaman mengatakan serangan itu terjadi pada Kamis lalu ketika gerilyawan Houthi tiba dengan kendaraan lapis baja menyerbu rumah korban yang diidentifikasi sebagai Ahlam al-Ashari di distrik al-Odain di provinsi Ibb Yaman.

Ibu berusia 29 tahun itu dipukuli dengan brutal di berbagai bagian tubuhnya dan menderita beberapa luka dalam di kepala dan wajahnya. Luka-luka inilah yang menyebabkan kematiannya segera setelah dia dipindahkan ke Rumah Sakit al-Odain untuk merawatnya, menurut outlet media lokal Yaman.



Taiz Center untuk Hak Asasi Manusia telah menyerukan penyelidikan segera atas pembunuhan ibu muda itu dan meminta pertanggungjawaban Houthi atas kematiannya.

“Taiz Center menekankan perlunya mengungkap keadaan kasus tersebut, menuntut para pelaku dan menghentikan perusakan berulang serta serangan berturut-turut terhadap hak asasi manusia," bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Taiz Center.

"Kejahatan ini merupakan pelanggaran terhadap semua norma dan hukum internasional serta hak asasi manusia, dan mencerminkan runtuhnya hak dan kebebasan yang mengerikan di wilayah di bawah kendali kudeta milisi dan meningkatnya jumlah kejahatan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Houthi," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Al Arabiya, Jumat (25/12/2020).(Baca juga: Prancis Sebut Serangan Houthi Terhadap Saudi Bagian Proxy Iran )

Ayah korban, Ali Abdulkarim al-Ashari membenarkan kejadian sadis itu. Dalam pengaduan yang diterbitkan oleh aktivis di media sosial orang-orang bersenjata dari Departemen Keamanan al-Odain menyerbu rumah putrinya dan menyerang dia serta anak-anaknya, yang menyebabkan kematiannya.

Suami korban muncul dalam video dengan kesedihan dan mencari bantuan.

“Di mana mereka yang mengaku mendukung yang tertindas. Mereka membunuh ibu anak-anak saya. Anak-anak saya menjadi yatim piatu. Di mana 'tuan' yang mengklaim mendukung keadilan," kata sang suami, mengacu pada pemimpin Houthi Abdulmalik al-Houthi.

Tahun lalu, sebuah kelompok hak asasi mengatakan bahwa milisi Houthi di Yaman menahan puluhan wanita tanpa membawa mereka ke pengadilan atau menuntut mereka dengan kejahatan, seringkali menyiksa para tahanan dan memeras keluarga mereka.(Baca juga: Gunakan Rudal Iran, Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi )

Investigasi Associated Press pada Desember lalu menunjukkan bahwa ribuan warga Yaman telah dipenjara oleh milisi Houthi selama lima tahun perang Yaman. Banyak dari mereka mengalami penyiksaan yang ekstrem - wajah mereka dipukul dengan tongkat, digantung dengan rantai di pergelangan tangan atau alat kelamin selama berminggu-minggu, dan dibakar dengan asam.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Beda dengan Hizbullah,...
Beda dengan Hizbullah, Mengapa Houthi Setengah Hati Terlibat dalam Perang Iran?
Houthi Bersumpah Tingkatkan...
Houthi Bersumpah Tingkatkan Serangan ke AS dan Israel jika Perang Terus Berlanjut
Gabung Perang Iran,...
Gabung Perang Iran, Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel
Houthi Yaman Ancam Intervensi...
Houthi Yaman Ancam Intervensi Militer dalam Perang Iran-AS
Pemimpin Houthi Tegaskan...
Pemimpin Houthi Tegaskan Dukung Iran, Peringatkan Kelompoknya Siap Bertindak
Siapa Pemasang Kiswah...
Siapa Pemasang Kiswah Kakbah Pertama? Ini Kisah Uniknya dari Negeri Yaman
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved