Moderna Hancurkan 400.000 Dosis Vaksin COVID-19 karena Tak Valid
Rabu, 23 Desember 2020 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Terkait masalah itu, pemerintah Amerika sudah mengambil tindakan guna memastikan Moderna tidak menghadapi hambatan dalam memproduksi vaksin."Terkadang kami diberi tahu, kami tidak punya tempat untuk menaruh botol Anda, menahannya satu atau dua hari, atau seminggu lagi," kata Lawrence Ganti, Presiden dan Direktur Bisnis SiO2 Material Science yang mendapat kontrak senilai USD143 juta untuk memproduksi botol untuk vaksin yang diproduksi Moderna.
SiO2 mengaku mengirim botol-botol itu dengan truk tiga hingga empat kali seminggu untuk mengakomodasi penyimpanan vaksin. SiO2 memproduksi sebanyak 40 juta vial (botol kaca) untuk Modern, yang masing-masing mampu menampung 8 hingga 10 dosis.
Sekadar diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS sudah resmi mengesahkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Moderna. Ini menjadikan vaksin kedua yang menerima otorisasi penggunaan darurat setelah otorisasi serupa terlebih dahulu diberikan untuk vaksin produksi Pfizer Inc dan mitra Jerman-nya BioNTech SE.(Baca juga: Al-Azhar Mesir Akhirnya Nyatakan Ikhwanul Muslimin Kelompok Ekstremis )
Vaksin Pfizer-BioNTech telah disuntikkan ke ribuan petugas kesehatan AS pekan lalu dalam peluncuran besar-besaran di seluruh negeri. Sedangkan penyuntikan Moderna diharapkan akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.
“Dengan ketersediaan dua vaksin sekarang untuk pencegahan COVID-19 , FDA telah mengambil langkah penting lainnya dalam memerangi pandemi global yang menyebabkan banyak sekali rawat inap dan kematian di Amerika Serikat setiap hari,” kata Komisaris FDA Stephen M. Hahn, seperti dikutipReuters.
SiO2 mengaku mengirim botol-botol itu dengan truk tiga hingga empat kali seminggu untuk mengakomodasi penyimpanan vaksin. SiO2 memproduksi sebanyak 40 juta vial (botol kaca) untuk Modern, yang masing-masing mampu menampung 8 hingga 10 dosis.
Sekadar diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS sudah resmi mengesahkan penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Moderna. Ini menjadikan vaksin kedua yang menerima otorisasi penggunaan darurat setelah otorisasi serupa terlebih dahulu diberikan untuk vaksin produksi Pfizer Inc dan mitra Jerman-nya BioNTech SE.(Baca juga: Al-Azhar Mesir Akhirnya Nyatakan Ikhwanul Muslimin Kelompok Ekstremis )
Vaksin Pfizer-BioNTech telah disuntikkan ke ribuan petugas kesehatan AS pekan lalu dalam peluncuran besar-besaran di seluruh negeri. Sedangkan penyuntikan Moderna diharapkan akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.
“Dengan ketersediaan dua vaksin sekarang untuk pencegahan COVID-19 , FDA telah mengambil langkah penting lainnya dalam memerangi pandemi global yang menyebabkan banyak sekali rawat inap dan kematian di Amerika Serikat setiap hari,” kata Komisaris FDA Stephen M. Hahn, seperti dikutipReuters.
(min)
Lihat Juga :