AS Pulihkan Kekebalan Kedaulatan Sudan

Selasa, 22 Desember 2020 - 20:46 WIB
loading...
A A A
Proses untuk melepaskan uang kompensasi dan memulihkan kekebalan kedaulatan Sudan - perlindungan terhadap tuntutan di pengadilan Amerika - telah terhenti di Kongres AS karena telah diikat dengan paket bantuan virus Corona senilai USD892 miliar.

Pada Senin malam, paket yang lebih luas disahkan di Kongres AS setelah kesepakatan telah dibuat dalam sesi akhir pekan yang jarang terjadi dan dikirim ke Presiden Donald Trump untuk ditandatangani menjadi undang-undang.

Menurut RUU tersebut, Washington akan memberikan otorisasi USD111 juta untuk melunasi sebagian dari hutang bilateral Sudan, dan USD120 untuk membantu melunasi hutangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) sementara menyediakan USD700 juta lagi hingga September 2022 untuk bantuan ke negara tersebut seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (22/12/2020).(Baca juga: AS Resmi Cabut Sudan dari Daftar Negara Sponsor Terorisme )

Minggu lalu, Menteri Keuangan Sudan mengumumkan "pinjaman jembatan" AS yang akan memungkinkan Sudan untuk membayar USD1 miliar tunggakan ke Bank Dunia. Seorang sumber AS yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bantuan utang akan membantu memulai keringanan utang Sudan di tingkat global, membantu membuatnya memenuhi syarat untuk program IMF's Highly Indebted Poor Countries (HIPC).

RUU itu juga menyediakan tambahan $ 150 juta untuk pembayaran penyelesaian Sudan, untuk mendistribusikan kembali dana dengan cara yang menurut para sponsor RUU itu lebih adil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Laporan Media: Israel...
Laporan Media: Israel Bangun Jaringan Militer Rahasia di Azerbaijan, Dekat Perbatasan Iran
Penumpang Ngamuk Berusaha...
Penumpang Ngamuk Berusaha Serang Pilot, Pesawat Mendarat Darurat
Rekomendasi
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved