Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Varian Baru COVID-19 di Inggris

Selasa, 22 Desember 2020 - 08:12 WIB
loading...
A A A
Para ilmuwan mengatakan itu sekitar 40 persen hingga 70 persen lebih mudah ditularkan. Pemerintah Inggris pada hari Sabtu mengatakan dapat meningkatkan tingkat reproduksi "R" sebesar 0,4.

Ini berarti penyebarannya lebih cepat di Inggris, membuat pandemi di sana lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko juga akan menyebar dengan cepat di negara lain.

"B.1.1.7 baru...tampaknya masih memiliki semua kematian manusia seperti aslinya, tetapi dengan peningkatan kemampuan untuk menularkan," kata Martin Hibberd, profesor penyakit menular yang muncul di London School of Hygiene & Tropical Medicine. (Baca juga: AS Gertak Iran dengan Kapal Selam Nuklir Bersenjata Rudal Tomahawk )

Akankah vaksin COVID-19 Melindungi dari Varian Ini?
Para ilmuwan mengatakan tidak ada bukti bahwa vaksin yang saat ini sedang digunakan di Inggris—dibuat oleh Pfizer dan BioNtech—atau suntikan vaksin COVID-19 lainnya yang sedang dikembangkan tidak akan melindungi varian ini.

"Ini tidak mungkin memiliki efek yang lebih dari minor, jika ada, pada efektivitas vaksin," kata Adam Finn, spesialis vaksin dan profesor pediatri di Universitas Bristol.

Kepala penasihat ilmiah Inggris Patrick Vallance juga mengatakan vaksin COVID-19 tampaknya memadai dalam menghasilkan respons kekebalan terhadap varian virus corona.

"Kami tidak melihat...perubahan besar dalam protein lonjakan yang akan mengurangi efektivitas vaksin sejauh ini," kata Julian Tang, profesor dan ahli virologi klinis di Universitas Leicester.

Apakah Varian Baru Memengaruhi Tes?
Untuk beberapa hal, ya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
400 Ribu Anak Muda Idap...
400 Ribu Anak Muda Idap Diabetes, BPJS Kesehatan Gelar Fun Run untuk Kampanye Hidup Sehat
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
10 Perusahaan Tambang...
10 Perusahaan Tambang Nikel Terbesar di Dunia, Ada yang dari RI?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved