Cek Fakta: Perawat Pingsan Setelah Disuntik Vaksin COVID-19

Minggu, 20 Desember 2020 - 14:50 WIB
loading...
A A A
FDA mengevaluasi dan menganalisis data keamanan dari uji klinis yang dilakukan dengan lebih dari 43.000 peserta dan informasi manufaktur yang dikirimkan oleh Pfizer-BioNTech.

CDC menjelaskan bahwa uji klinis sedang mengevaluasi investigasi vaksin COVID-19 pada ribuan peserta penelitian untuk menghasilkan data ilmiah yang akan digunakan FDA guna menentukan seberapa aman calon vaksin, dan bahwa keamanan vaksin akan terus dipantau setelah vaksin tersebut disetujui untuk digunakan.

“Sistem keamanan vaksin AS memastikan bahwa semua vaksin seaman mungkin. Keamanan adalah prioritas utama sementara mitra federal bekerja untuk menyediakan vaksin penyakit coronavirus 2019 (COVID-19),” kata FDA.

Menurut FDA, efek samping yang paling sering dilaporkan dari vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech adalah nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam.

Beberapa orang pernah mengalami reaksi alergi terhadap vaksin, dan sebagai konsekuensinya, FDA telah mengatakan bahwa walaupun kebanyakan orang Amerika yang alergi harus aman untuk menerima vaksin, orang yang sebelumnya memiliki reaksi alergi parah terhadap vaksin atau bahan-bahan dalam vaksin khusus ini harus menghindari mendapatkan vaksin.(Baca juga: AS Sahkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Moderna )

KESIMPULAN: Adalah fakta seorang perawat pingsan setelah divaksin COVID-19.Namun tidak ada bukti bahwa vaksin dirancang untuk membahayakan: manajer perawat, yang mudah pingsan saat merasa sakit, pulih; FDA telah menyetujui vaksin tersebut setelah menganalisis data keamanan dari uji klinis yang melibatkan lebih dari 43.000 peserta.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Hakim AS Perintahkan...
Hakim AS Perintahkan China Bayar Ganti Rugi Rp391 Triliun dalam Kasus Covid-19
3 Proyek Kontroversial...
3 Proyek Kontroversial yang Dituding Dijalankan USAID, dari Senjata Biologis hingga Covid
Elon Musk: USAID Danai...
Elon Musk: USAID Danai Riset Senjata Biologis, Termasuk Proyek Kemunculan Covid-19
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Trump Ancam Hancurkan...
Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir
Rekomendasi
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved