Januari, WHO Kirim Tim Investigasi ke Wuhan Lacak Asal-usul Covid-19
Kamis, 17 Desember 2020 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
“Saat kami melakukan pengawasan hewan, itu sulit, seperti mencari jarum di tumpukan jerami,” jelasnya.(Baca juga: Kamboja Tidak Izinkan Warganya jadi Relawan Vaksin Covid-19 )
Peter Ben Embarek, pakar utama penyakit hewan WHO, bulan lalu mengatakan misi tersebut ingin mewawancarai pekerja pasar tentang bagaimana mereka terinfeksi virus tersebut.
"Tidak ada yang menunjukkan bahwa itu adalah buatan manusia," tambahnya.
(Baca juga : Bos Petronas Yamaha Pasang Target Tinggi, Valentino Rossi Sanggup Penuhi? )
Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan bahwa tim internasional sedang mengerjakan pengaturan logistik untuk melakukan perjalanan ke China secepat mungkin.
"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari,” katanya dalam email balasan email menjawab pertanyaan Reuters.
Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.
(Baca juga : Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan )
Seorang diplomat senior Barat mengeluhkan kurangnya transparansi sementara para ahli tidak berada di lapangan untuk berbicara dengan dokter dan peneliti atau memeriksa sampel laboratorium.
Peter Ben Embarek, pakar utama penyakit hewan WHO, bulan lalu mengatakan misi tersebut ingin mewawancarai pekerja pasar tentang bagaimana mereka terinfeksi virus tersebut.
"Tidak ada yang menunjukkan bahwa itu adalah buatan manusia," tambahnya.
(Baca juga : Bos Petronas Yamaha Pasang Target Tinggi, Valentino Rossi Sanggup Penuhi? )
Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan bahwa tim internasional sedang mengerjakan pengaturan logistik untuk melakukan perjalanan ke China secepat mungkin.
"Kami berharap tim bisa melakukan perjalanan pada Januari,” katanya dalam email balasan email menjawab pertanyaan Reuters.
Beberapa negara Barat telah menyuarakan keprihatinan atas keterlambatan pengiriman ahli internasional.
(Baca juga : Terjebak Konflik, 2,3 Juta Anak di Ethiopia Terancam Kelaparan )
Seorang diplomat senior Barat mengeluhkan kurangnya transparansi sementara para ahli tidak berada di lapangan untuk berbicara dengan dokter dan peneliti atau memeriksa sampel laboratorium.
Lihat Juga :